Ggwp
“GGWP adalah singkatan dari 'Good Game Well Played', digunakan untuk mengapresiasi permainan yang baik.”
Temukan kekayaan kosakata Indonesia, mulai dari bahasa gaul Jakarta hingga dialek daerah yang berumur ratusan tahun, disusun secara alfabetis untuk memudahkan Anda.
“GGWP adalah singkatan dari 'Good Game Well Played', digunakan untuk mengapresiasi permainan yang baik.”
“Butiran padi yang telah dipisahkan dari tangkainya, namun masih terbungkus oleh “sekam” atau kulit pelindung.”
“Gaje maksudnya menggambarkan sesuatu yang absurd, tidak masuk akal, atau konyol. Di internet, kata ini digunakan untuk mengkritik postingan, konten, atau perilaku yang dianggap irasional, aneh, atau tidak serius. Populer di Twitter(X) dan media sosial.”
“Adverbia penegas derajat yang bermakna tidak terlalu atau tidak begitu, digunakan untuk menyatakan bahwa suatu kondisi, kualitas, atau intensitas tidak mencapai tingkat yang ekstrem. Berasal dari pemendekan frasa gak pati dalam dialek Jawa Timuran, khususnya ragam Suroboyoan dan sekitarnya.”
“Keadaan hati yang “gelisah”, bingung, atau sedih akibat tekanan emosional, khususnya dalam hal percintaan. Kata ini merepresentasikan kondisi psikologis berupa kebingungan atau kegundahan batin yang tidak menentu, yang sering kali memicu respons perilaku pasif atau keluhan terhadap situasi romantika yang sedang dialami.”
“Gali dalam konteks bahasa Jawa merujuk pada individu yang memiliki perilaku atau reputasi layaknya preman, seringkali terlibat dalam tindakan intimidasi atau kekerasan.”
“Bilangan asli yang bernilai lima dalam sistem numerasi bahasa Jawa, digunakan dalam konteks percakapan sehari-hari maupun tradisi budaya Jawa.”
“Istilah dalam bahasa Jawa yang merujuk pada laki-laki yang memiliki kecenderungan untuk menggoda atau mendekati banyak perempuan secara berganti-ganti, serupa dengan istilah 'buaya darat' dalam bahasa Indonesia.”
“Menggambarkan kondisi atau tindakan yang terjadi lebih awal dari waktu yang telah ditentukan, dijadwalkan, atau diperkirakan sebelumnya. Kata ini merupakan bentuk informal dari “lebih awal” dalam ragam bahasa Jawa sehari-hari.”
“Kata seru “Gaskeun” merupakan bentuk “ajakan” atau “perintah” untuk segera melakukan suatu tindakan, melanjutkan aktivitas, atau bergerak cepat.”
“Tindakan manipulasi psikologis yang dilakukan untuk membuat seseorang meragukan persepsi, ingatan, atau penilaiannya terhadap realitas.”
“Seseorang yang sedang disukai secara romantis namun belum resmi menjadi pasangan; dalam bahasa sehari-hari dikenal sebagai calon pacar atau “pujaan hati” yang masih dalam tahap pendekatan (PDKT).”
“Bagian tubuh manusia atau hewan yang terletak pada sisi posterior atau belakang, membentang dari leher hingga pinggang. Istilah “geger” merupakan bentuk kosakata dalam bahasa Jawa yang mengacu pada struktur anatomi “punggung”.”
“Kata sifat dalam bahasa Jawa yang merujuk pada kondisi tubuh yang gemuk atau besar, sinonim dari kata 'gendut' dalam bahasa Indonesia.”
“Sifat atau keadaan yang lucu dan menggemaskan sehingga menimbulkan rasa ingin mencubit atau memeluk; sinonim populer: “menggemaskan”, “imut”.”
“Generasi Alpha merupakan kelompok demografi yang lahir antara tahun 2013 hingga 2024. Generasi ini menjadi yang pertama tumbuh sepenuhnya dalam era kecerdasan buatan, komputasi awan, dan perangkat pintar yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.”
“Gen Beta adalah istilah proyeksi untuk generasi yang diperkirakan lahir antara tahun 2025 hingga 2039. Generasi ini diprediksi tumbuh dalam lingkungan yang sangat terintegrasi dengan kecerdasan buatan otonom, otomasi luas, dan interaksi manusia-mesin yang mendalam. Istilah ini masih bersifat perkiraan dan terus berkembang seiring waktu.”
“Generasi X (Gen X) merujuk pada kelompok demografi yang lahir kira-kira antara tahun 1965 hingga 1980. Generasi ini mengalami transisi signifikan dari era analog ke era digital, dan dikenal karena karakteristik independensi serta skeptisisme.”
“Gen Y merujuk pada kelompok demografi atau generasi yang lahir antara tahun 1981 sampai 1996. Kelompok ini sering disebut sebagai Milenial.”
“Istilah yang merujuk pada kelompok demografi orang yang lahir sekitar tahun 1997 hingga 2012, dikenal sebagai “digital native” karena tumbuh di era kemajuan teknologi digital, internet, dan media sosial.”
“Keadaan kehidupan bersama yang harmonis, damai, dan penuh keselarasan tanpa adanya perselisihan atau konflik antarindividu maupun kelompok.”
“Gentho merujuk pada individu yang memiliki reputasi sebagai pembuat onar, sering terlibat dalam tindakan kekerasan, atau merupakan anggota kelompok berandalan. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan preman atau tukang berkelahi.”
“Cabang ilmu geologi yang mempelajari “komposisi kimia” bumi serta proses-proses kimia yang terjadi di dalam kerak maupun interior planet.”
“Paham atau model kosmologi yang menetapkan “Bumi” sebagai pusat alam semesta, di mana benda-benda langit lainnya berputar mengelilinginya.”
“Cabang ilmu teknik sipil yang menitikberatkan pada perilaku “material bumi” serta sifat mekanik tanah dan batuan guna perancangan fondasi bangunan.”
“Keadaan masih ada, bernapas, atau menjalankan fungsi biologis sebagai makhluk hidup. Istilah ini merujuk pada konsep “kehidupan” atau aktivitas “hidup”.”
“Produk perbankan berupa “simpanan” dana pihak ketiga yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek atau bilyet “giro”.”
“Kata sapaan khas Jawa Tengah, khususnya Semarang, yang digunakan untuk memanggil teman dengan nuansa akrab dan sedikit menggoda atau bercanda. Dalam bahasa lain adalah “Bro”, “Bray”, “Rek”, dan lain-lain.”
“Paham atau kebijakan yang menganjurkan “perubahan bertahap” secara pelan dan terkontrol. Ini menolak “perubahan drastis” atau revolusi, dan lebih memilih reformasi perlahan untuk mencapai tujuan sosial atau politik yang diinginkan tanpa gejolak.”
“Istilah yang merujuk pada generasi yang lahir antara tahun 1901 dan 1927, dikenal juga sebagai Generasi GI. Mereka mengalami dan dewasa selama Perang Dunia II, membentuk etos kerja yang kuat dan semangat pengorbanan.”
“Praktik “klenik” atau ilmu gaib dalam tradisi Jawa yang merujuk pada benda atau zat berbahaya yang disisipkan secara tersembunyi, umumnya ke dalam makanan atau minuman, dengan tujuan mencelakai atau mencelakakan orang lain melalui kekuatan supranatural.”
“Berasal dari singkatan “Gaji Buta”, tapi maksud slangnya adalah kondisi bosan karena tidak ada kegiatan, atau sedang menganggur tanpa aktivitas berarti.”
“Adjektiva gaul yang mendeskripsikan performa luar biasa, sangat memuaskan, atau mengagumkan. Istilah ini merujuk pada keberhasilan yang konsisten, seperti akun pengemudi daring yang terus menerima pesanan atau bakat seseorang yang tampil secara prima dan “stunning” dalam suatu bidang.”
“Kata 'gamasuk' merupakan singkatan dari 'gak masuk' yang berarti tidak masuk atau tidak hadir.”
“Sapaan akrab, singkatan dari 'Juragan', Saat ini dipakai untuk memanggil orang, layaknya bro, cuy, bray untuk kalangan muda maupun netizen. Di populerkan oleh platform Kaskus.”
“Kata kerja yang berarti mempercepat, bergerak cepat, atau menunjukkan semangat tinggi untuk segera melakukan sesuatu. Sering digunakan untuk mengekspresikan persetujuan antusias atau dorongan untuk langsung bertindak tanpa menunda.”
“Gawean adalah istilah dalam bahasa Jawa yang merujuk pada pekerjaan atau aktivitas yang dilakukan, seringkali dalam konteks santai.”
“Seseorang yang menjadi pacar atau target romantis yang hanya dikenal melalui interaksi online, tanpa bertemu secara langsung”
“Sifat atau perilaku seseorang yang suka berbicara sembarangan, berlebihan, atau tanpa filter; cenderung mengeluarkan perkataan tanpa memikirkan konsekuensi atau kesesuaian konteks.”
“Kata slang yang artinya jelek atau tidak menarik, biasanya untu mengejek penampilan atau sesuatu.”
“Berani mengambil tindakan ekstrem atau berisiko tanpa banyak pertimbangan; bertindak nekat dengan penuh semangat dan tanpa ragu.”
“Tiba-tiba tidak hadir atau menghilang ketika meeting tanpa memberi kabar sama sekali.”
“Perubahan penampilan atau kualitas diri menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya, biasanya setelah usaha atau waktu tertentu.”
“Slang yang merujuk pada sesuatu atau seseorang yang sangat luar biasa, menakjubkan, atau ekstrem dalam hal perilaku, penampilan, atau kualitas, secara harfiah berasal dari bentuk pengulangan kata 'gila' untuk memperkuat makna.”
“Sesuatu yang didapatkan tanpa perlu membayar; barang atau layanan yang diberikan secara cuma-cuma.”
“Kata ganti orang pertama tunggal dalam ragam informal, bermakna saya atau aku. Digunakan oleh penutur untuk merujuk pada diri sendiri dalam percakapan santai sehari-hari. Setara dengan “aku” dalam bahasa formal, namun terasa lebih kasual, akrab, dan tanpa jarak sosial antarpenutur.”
“Sapaan untuk sekelompok orang, biasanya teman atau audience, tanpa memandang gender”