Mabar
“Kegiatan bermain game secara bersama-sama dengan teman atau kelompok dalam satu permainan daring”
Temukan kekayaan kosakata Indonesia, mulai dari bahasa gaul Jakarta hingga dialek daerah yang berumur ratusan tahun, disusun secara alfabetis untuk memudahkan Anda.
“Kegiatan bermain game secara bersama-sama dengan teman atau kelompok dalam satu permainan daring”
“Ukuran kuantitatif yang menunjukkan tingkat kecerahan atau intensitas cahaya suatu objek astronomi dalam skala logaritmik. Nilai numerik yang lebih rendah mengindikasikan pancaran cahaya yang lebih terang. Istilah ini merujuk pada besaran fisis yang mengklasifikasikan benda langit berdasarkan energi radiasi yang diterima.”
“Ungkapan seru dalam bahasa Jawa yang menggambarkan perasaan terkejut atau kaget secara tiba-tiba dan mendalam. Biasanya diucapkan sebagai respons spontan terhadap kejadian yang tidak terduga. Kadang ditulis sebagai “Mak tratab”.”
“Kata benda dalam ragam “Krama Inggil” bahasa Jawa yang merujuk pada manah (hati atau pikiran) dengan sufiks posesif -ipun yang bermakna 'miliknya'; merupakan bentuk Krama dari kata Ngoko atine.”
“Kata kerja yang menggambarkan tindakan “memasuki” atau “masuk ke dalam” suatu kondisi, tempat, atau situasi, seringkali dengan konotasi spiritual, filosofis, atau sastra dalam konteks budaya Jawa.”
“Sebutan untuk “pengantin” atau individu yang sedang dalam proses melangsungkan upacara pernikahan.”
“Bentuk ejaan lama dari kata mantri, merujuk pada pegawai rendah atau pembantu tenaga medis dan pejabat pemerintahan, khususnya yang bertugas di bidang kesehatan seperti “mantri cacar” atau “mantri kesehatan”.”
“Suami atau istri dari anak sendiri. Bentuk kolokial dan tidak baku dari “menantu”, sering direalisasikan sebagai mantu dan dalam ejaan tempoe doeloe ditulis sebagai “mantoe”.”
“Preposisi dalam bahasa Jawa yang berfungsi untuk menyatakan arah, sasaran, atau tujuan dari suatu perbuatan kepada seseorang atau sesuatu. Kata ini menunjukkan hubungan antara pelaku tindakan dengan objek yang dituju atau dipengaruhi oleh tindakan tersebut.”
“Bentuk ejaan lama dan informal dari kata masih, yang berarti tetap berada dalam kondisi atau keadaan yang belum berubah hingga waktu yang dimaksud.”
“Konjungsi konsesif dalam dialek Jawa Timur yang bermakna "meskipun" atau “walaupun”, digunakan untuk menghubungkan dua klausa yang saling bertentangan, di mana klausa pertama menyatakan kondisi atau fakta yang tidak menghalangi terjadinya kondisi pada klausa kedua.”
“Bercanda atau melucu, sering bernada ringan dan receh; kata kerja turunan dari banyol yang terbentuk dengan prefiks m-, umum dalam ragam “ngoko” Jawa.”
“Sifat atau perilaku seseorang, khususnya anak-anak, yang nakal, bandel, atau sulit diatur. Kata ini merujuk pada sikap pembangkang terhadap nasihat atau perintah orang tua yang cenderung dilakukan dengan sengaja atau penuh tipu daya kecil.”
“Kata sapaan atau sebutan yang digunakan untuk memanggil “ibu” atau wanita yang lebih tua, umumnya ditemukan dalam lingkungan masyarakat pedesaan Jawa.”
“Kata keterangan penolakan atau negasi dalam tingkatan bahasa Krama yang berarti “tidak”. Kata ini berfungsi untuk menyangkal suatu pernyataan, keadaan, atau tindakan dengan nuansa santun dan hormat kepada lawan bicara. Merupakan bentuk formal dari kata ora dalam tatanan linguistik Jawa.”
“Kata kerja dalam bahasa Jawa Ngoko yang menggambarkan kondisi sesuatu yang keluar, menonjol, atau muncul secara tiba-tiba, terutama untuk mendeskripsikan benda yang muncul atau keluar dengan cepat dari tempatnya.”
“Bagian atau sisi yang berada di belakang suatu objek, tempat, atau posisi. Kata mburi merupakan kosakata bahasa Jawa Ngoko yang digunakan untuk menyebut arah atau posisi “belakang” dalam percakapan sehari-hari.”
“Berkaitan dengan ilmu kedokteran atau praktek penyembuhan, termasuk juga hal-hal yang berhubungan dengan pengobatan, diagnosis, dan perawatan kesehatan manusia secara profesional.”
“Kata keterangan yang menunjukkan kondisi hampir terjadi atau mendekati suatu keadaan, biasanya digunakan dalam konteks percakapan informal”
“Posisi badan yang “menyerong” atau “miring” saat duduk, berdiri, atau mengendarai kendaraan, terutama saat berada di atas sepeda motor atau kendaraan roda dua lainnya.”
“Kata keterangan yang menunjukkan keadaan atau cara yang berarti “demikian” atau “begitu” dalam tingkatan bahasa Jawa yang paling halus.”
“Penghubung kontrastif yang menyatakan pengecualian atau koreksi terhadap klausa sebelumnya; bentuk ejaan lama Van Ophuijsen dari kata baku “melainkan”.”
“Bentuk ejaan lama melarikan dalam Ejaan Van Ophuijsen, yang berarti membawa pergi seseorang atau sesuatu secara diam-diam, tergesa-gesa, atau dengan paksaan, sering kali tanpa sepengetahuan atau izin pihak yang bersangkutan.”
“Kata sifat yang mengacu pada sesuatu yang “memperbaiki” atau “meningkatkan” kondisi, situasi, atau kualitas.”
“Melakukan suatu “tindakan” atau “proses” yang menghasilkan pembentukan atau terjadinya sesuatu. (Sinonim Modern: membuat)”
“Kata yang merujuk pada makhluk halus atau roh penunggu yang dianggap menghuni tempat tertentu, khususnya dalam tradisi kepercayaan Jawa; sering kali digunakan secara kiasan untuk menyebut sesuatu yang misterius atau menakutkan yang tidak terlihat tetapi dirasakan keberadaannya.”
“Panganan khas dari wilayah Banyumas, Jawa Tengah, berupa tempe yang diiris tipis, dibalut adonan tepung berbumbu, kemudian digoreng sebentar hingga “setengah matang”.”
“Kata ganti penunjuk atau pronomina demonstrativa dalam ragam krama yang merujuk pada benda, keadaan, atau hal yang berada di dekat pembicara. Berfungsi sebagai bentuk hormat untuk menggantikan kata iki dalam interaksi sosial formal demi menjaga kesantunan.”
“Kata tunjuk yang berfungsi untuk menunjukkan sesuatu yang berjarak jauh dari pembicara atau merujuk pada hal yang telah disebutkan sebelumnya dalam tingkatan bahasa “Krama”.”
“Ejaan lama dari kata menulis, merujuk pada kegiatan membuat huruf, angka, atau simbol menggunakan alat tulis seperti pena atau pensil pada suatu permukaan.”
“Makhluk berakal budi yang memiliki perasaan, kehendak, dan kemampuan untuk berpikir; “orang”. (Sinonim Modern: manusia)”
“Idiom yang menggambarkan seseorang yang memiliki sifat penakut, tidak berani menghadapi tantangan atau situasi sulit.”
“Bentuk dialek Jawa dari kata menungso yang berasal dari bahasa Jawa Ngoko, bermakna manusia atau orang, digunakan dalam percakapan sehari-hari terutama di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai padanan informal dari kata “manusia” dalam Bahasa Indonesia.”
“Kata depan yang menunjukkan arah atau tujuan pergerakan ke suatu tempat yang memiliki arti “ke”.”
“Melakukan gerakan bibir yang ditarik ke samping tanpa mengeluarkan suara sebagai ekspresi rasa senang, kasih sayang, atau keramahtamahan. Kata ini merupakan bentuk “informal” atau dialek dari kata “tersenyum”.”
“Keseluruhan proses kimiawi dalam organisme hidup yang mengubah makanan dan nutrisi menjadi energi melalui mekanisme anabolisme dan katabolisme. Proses ini krusial untuk memelihara kehidupan, pertumbuhan sel, hingga pembuangan sisa limbah biologis untuk menjaga stabilitas internal tubuh.”
“Ilmu dan teknologi yang mempelajari proses pengolahan “logam” dari bijihnya serta sifat-sifat fisik dan kimiawi dari unsur logam tersebut.”
“Uraian sistematis mengenai “metode”, teknik, atau langkah-langkah yang diterapkan dalam suatu penyelidikan ilmiah.”
“Tindakan berpindah tempat dari posisi “dalam” menuju posisi “luar” atau munculnya sesuatu ke permukaan.”
“Interjeksi informal yang mengungkapkan kekecewaan, keheranan, atau ketidakpercayaan terhadap suatu perbuatan atau situasi. Digunakan untuk menegaskan bahwa sesuatu dianggap tidak masuk akal atau mengecewakan, setara dengan ungkapan “atas dasar apa” atau “kenapa bisa begitu”.”
“Mic-On merujuk pada situasi ketika fitur mikrofon pada perangkat komunikasi diaktifkan, memungkinkan pengguna untuk berbicara dan didengar oleh partisipan lain dalam sesi daring. Dalam konteks permainan daring, istilah ini secara spesifik digunakan untuk menginformasikan bahwa seorang pemain atau streamer telah mengaktifkan mikrofonnya, siap untuk berkomunikasi secara verbal selama sesi permainan atau siaran langsung.”
“Mimin adalah sebutan informal bagi admin atau pengelola akun online, terutama pada platform digital seperti media sosial, group chat, atau toko online, yang bertanggung jawab atas konten, interaksi, dan pengelolaan akun tersebut.”
“Ejaan lama dari kata “minggu”, merujuk pada satuan waktu tujuh hari atau hari ketujuh dalam sepekan, sesuai dengan sistem ejaan Van Ophuijsen yang berlaku pada era kolonial Hindia Belanda.”
“Tindakan “masuk” ke dalam suatu ruang, bangunan, atau wilayah tertentu.”
“Bagian depan, permukaan, atau sisi awal dari suatu benda, khususnya merujuk pada nomor “halaman” dalam konteks surat atau dokumen resmi. Merupakan bentuk ejaan lama dari muka yang digunakan untuk menunjukkan letak atau posisi spesifik dalam lembaran korespondensi.”
“Bentuk ejaan lama dari kata mulai, yang berarti memulai atau mengawali suatu tindakan, kegiatan, atau keadaan. Kata ini menandai titik awal dari sebuah proses atau peristiwa, baik dalam konteks waktu, pekerjaan, maupun kondisi tertentu yang sedang berlangsung.”
“Aktivitas “judi” atau perjudian, terutama dalam konteks percakapan rahasia di kalangan kelompok tertentu pada era 1980-an. Kata ini merupakan bentuk sandi dari bahasa prokem Jakarta yang digunakan untuk menyamarkan topik sensitif dari pihak berwenang.”
“Perasaan malu yang intens, sering kali bercampur dengan rasa segan atau gugup, terutama ketika berada di dekat seseorang yang dikagumi atau disukai. Kondisi ini ditandai dengan reaksi fisik seperti wajah memerah, sulit bicara, atau sikap canggung yang tidak bisa dikendalikan.”
“Tindakan membatalkan puasa secara sengaja sebelum waktu berbuka tiba, baik dengan makan, minum, maupun perbuatan lain yang membatalkan puasa. Istilah ini berasal dari kosakata bahasa Jawa dan lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari di kalangan penutur Jawa.”
“Panggilan tidak resmi atau slang untuk moderator, khususnya di forum daring seperti Kaskus, yang bertugas mengawasi dan mengelola konten serta perilaku pengguna.”
“Sistem budidaya atau penanaman tunggal yang dilakukan secara terus menerus pada suatu kawasan lahan dengan hanya menggunakan satu jenis tanaman. Metode ini mengabaikan keanekaragaman hayati demi efisiensi produksi, namun berisiko tinggi terhadap degradasi kualitas tanah dan kerentanan serangan hama.”
“Situasi “pasar” di mana pihak tunggal memiliki kendali eksklusif atas penyediaan komoditas atau layanan sehingga menghilangkan persaingan.”
“Monotransitif merujuk pada verba yang hanya membutuhkan satu “objek” langsung untuk membentuk kalimat yang lengkap.”
“Cabang “biologi” yang mempelajari bentuk dan struktur luar dari suatu organisme atau bagian tubuhnya.”
“Mpok merujuk pada sapaan hormat untuk wanita yang lebih tua atau yang dihormati dalam masyarakat Betawi.”
“Kata keterangan tempat yang menunjukkan arah atau lokasi di dekat pembicara dalam tingkatan bahasa Jawa halus. Berfungsi untuk mengarahkan lawan bicara agar datang atau melihat ke posisi pembicara saat ini.”
“Kata ganti penunjuk lokasi yang memiliki arti “ke sana” atau menunjukkan arah menuju tempat yang jauh dari posisi pembicara.”
“Bagian tubuh yang berfungsi sebagai indra penglihatan milik seseorang atau sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya. Istilah ini merujuk pada “matanya” dalam konteks bahasa Jawa.”
“Verba intransitif yang menunjukkan gerakan atau perpindahan menuju ke suatu tempat yang jauh dari posisi pembicara maupun lawan bicara. Kata ini berfungsi sebagai penanda arah dalam tingkatan bahasa “ngoko” yang berarti “ke sana” atau menuju ke arah yang dimaksud.”
“Singkatan dari 'Muka Kill', merujuk pada pemain yang terlalu terobsesi mengejar poin eliminasi (kill) hingga mengabaikan objektif tim atau strategi.”
“Keadaan yang sangat berlimpah, berlebih-lebihan, atau melampaui batas kewajaran dalam jumlah maupun kadar; digunakan untuk menggambarkan kelimpahan yang mencolok, baik dalam hal harta, pakaian, makanan, maupun aspek kehidupan lainnya.”
“Singkatan dari “malas gerak”, menggambarkan kondisi seseorang yang merasa sangat malas untuk bergerak atau melakukan aktivitas fisik, biasanya karena kelelahan, mengantuk, atau hanya ingin bermalas-malasan.”
“Malam Minggu, waktu di malam hari sebelum hari Minggu yang biasanya dipakai buat jalan-jalan atau kencan”
“Kata 'mantul' digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang keren atau luar biasa.”
“Variasi berlebihan dari kata 'mantul' (mantap betul) untuk menyatakan sesuatu yang sangat keren, hebat, atau memuaskan.”
“Bentuk arkais dari kata mau, bermakna ingin, hendak, atau berkeinginan untuk melakukan sesuatu. Digunakan sebagai verba modalitas yang menyatakan kehendak atau niat subjek terhadap suatu tindakan. Ejaan “maoe” merupakan representasi ortografis resmi bunyi 'u' dalam sistem ejaan lama.”
“Ekspresi wajah atau sikap yang menunjukkan perasaan tidak senang, kesal, atau cemberut, biasanya digunakan dalam konteks percakapan informal di wilayah Jawa Tengah”
“Ungkapan yang menyatakan kemungkinan atau harapan, bermakna barangkali, mungkin saja, atau semoga. Digunakan untuk mengekspresikan dugaan yang disertai harapan terhadap suatu kejadian. Memiliki nuansa lebih halus dan penuh pengharapan dibandingkan sekadar pernyataan kemungkinan biasa.”
“Mengacu pada, berdasarkan pada, atau sesuai dengan sesuatu; digunakan untuk menyatakan sumber informasi, pandangan, atau peraturan.”
“Digunakan untuk memuji sesuatu yang sangat keren atau tampil maksimal.”
“Ungkapan “filosofis” yang menggambarkan sikap menjaga kehormatan keluarga dengan cara menjunjung tinggi prestasi dan “menutupi segala kekurangan” atau aib keluarga.”
“Kata kerja untuk menelan cairan atau minuman ke dalam mulut dan kerongkongan”
““Misti” (Van Ophuijsen) berarti harus, mesti, wajib, atau perlu melakukan sesuatu, mengindikasikan suatu keharusan atau kewajiban. Kata ini menunjukkan bahwa suatu tindakan tidak dapat dihindari atau merupakan persyaratan mutlak.”
“Kata dalam bahasa Jawa yang berarti melamun, bengong, atau menatap kosong tanpa fokus karena sedang memikirkan sesuatu”
“Moedah adalah kata sifat yang berarti mudah, tidak sulit, atau ringan dalam bahasa Melayu tempo doeloe. Sering digunakan dalam konteks kesederhanaan atau kemudahan melakukan sesuatu.”
“Pertemuan atau perundingan bersama untuk mencapai mufakat dalam mengambil keputusan mengenai suatu perkara.”
“Istilah slang yang merujuk pada kondisi 'mati' atau 'meninggal', dengan variasi linguistik prokem yang memasukkan suku kata 'ok' ke dalam kata 'mat'.”
“Istilah slang yang menggambarkan seseorang yang hanya mengandalkan modal muka atau keberanian tanpa persiapan atau kemampuan memadai.”
“Ungkapan yang menggambarkan tindakan mengajar atau menasihati seseorang mengenai sesuatu yang sudah sangat dikuasainya, sehingga terkesan sia-sia atau tidak perlu.”
“Ungkapan untuk menjelaskan proses berpikir keras atau mencoba memecahkan masalah dengan segenap kemampuan mental”