Sotoy
“Sotoy adalah istilah untuk seseorang yang sok tahu atau berpura-pura tahu tentang suatu hal.”
Kumpulan kosakata gaul sehari-hari terdiksi se-Indonesia. Biar obrolan makin asik dan nggak kudet saat nongkrong.
“Sotoy adalah istilah untuk seseorang yang sok tahu atau berpura-pura tahu tentang suatu hal.”
“Istilah slang informal yang merujuk pada ayah atau bapak, terbentuk dari bahasa prokem dengan menyisipkan 'ok' ke dalam kata 'bapak'.”
“Istilah slang yang mengacu pada seseorang atau sesuatu yang sangat kampungan, ketinggalan zaman, dan tidak canggih. Merupakan akronim dari 'Kampung Sekali Udik Payah' yang mengekspresikan ketidaksukaan terhadap hal-hal yang dianggap cukup primitif.”
“Upaya berlebihan untuk menampilkan citra diri yang terkesan keren atau menarik guna memperoleh pengakuan atau validasi sosial, terutama dalam konteks media sosial atau interaksi publik.”
“Hasil yang mengecewakan atau tidak sesuai harapan.”
“Istilah slang yang menggambarkan seseorang yang hanya mengandalkan modal muka atau keberanian tanpa persiapan atau kemampuan memadai.”
“Kata slang untuk menggambarkan seseorang, terutama perempuan, yang memiliki bentuk tubuh seksi dan menarik secara fisik.”
“Plesetan dari 'culture', merujuk pada tren, gaya hidup, atau hal kekinian yang populer di kalangan Gen Z.”
“Sifat atau keadaan yang lucu dan menggemaskan sehingga menimbulkan rasa ingin mencubit atau memeluk; sinonim populer: “menggemaskan”, “imut”.”
“Ungkapan informal yang mengekspresikan kekaguman, keterkejutan, atau ketidakpercayaan terhadap sesuatu yang luar biasa atau ekstrem.”
“Mampu atau sanggup melakukan sesuatu; memiliki kompetensi atau keahlian dalam suatu hal. Kata ini merupakan bentuk slang dari 'bisa'.”
“Kata seru (interjeksi) dalam bahasa gaul yang digunakan untuk mengekspresikan kekaguman atau penilaian bahwa sesuatu sangat “keren”, mengesankan, atau luar biasa.”
“Kegiatan berkumpul dan menghabiskan waktu bersama teman-teman di suatu tempat secara santai, seperti warung, kafe, atau sudut jalan, tanpa tujuan produktif yang spesifik. Aktivitas ini umumnya disertai obrolan ringan, tawa, dan interaksi sosial yang bebas dan tidak terstruktur.”
“Istilah “ndeso” merujuk pada perilaku atau gaya hidup yang dianggap ketinggalan zaman, norak, atau kuno, seringkali diasosiasikan dengan kebiasaan dari pedesaan yang belum “modern.” Kata ini dipakai untuk menggambarkan seseorang atau sesuatu yang kurang mengikuti tren atau selera “kotaan” dan bisa bermakna merendahkan.”
“Panggilan akrab yang ditujukan kepada “teman dekat” atau sahabat; sering digunakan sebagai sapaan hangat, terutama dalam konteks media sosial dan percakapan digital.”
“Slang yang merujuk pada sesuatu atau seseorang yang sangat luar biasa, menakjubkan, atau ekstrem dalam hal perilaku, penampilan, atau kualitas, secara harfiah berasal dari bentuk pengulangan kata 'gila' untuk memperkuat makna.”
“Perubahan penampilan atau kualitas diri menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya, biasanya setelah usaha atau waktu tertentu.”
“Menyukai atau mencintai seseorang.”
“Berasal dari singkatan “Gaji Buta”, tapi maksud slangnya adalah kondisi bosan karena tidak ada kegiatan, atau sedang menganggur tanpa aktivitas berarti.”
“Istilah “slang” yang merujuk pada “keuntungan” atau laba finansial yang diperoleh dari suatu aktivitas, transaksi, atau investasi.”
“Adjektiva gaul yang mendeskripsikan performa luar biasa, sangat memuaskan, atau mengagumkan. Istilah ini merujuk pada keberhasilan yang konsisten, seperti akun pengemudi daring yang terus menerima pesanan atau bakat seseorang yang tampil secara prima dan “stunning” dalam suatu bidang.”
“Akronim dari 'jalur pribadi', merujuk pada komunikasi pesan secara personal atau privat melalui media digital, bukan di ruang publik atau grup.”
“Bergerak atau pergi dengan cepat dari suatu tempat, biasanya karena ingin menghindari sesuatu atau terburu-buru mencapai tujuan. Menggambarkan tindakan melarikan diri atau berpindah lokasi secara tergesa-gesa. Kata ini menekankan kecepatan dan urgensi perpindahan, sering kali dengan nuansa spontan dan tanpa persiapan panjang.”
“Sikap pura-pura tenang dan tidak peduli ketika seseorang sebenarnya sedang panik, gugup, atau tertekan dalam suatu situasi. Kata ini menggambarkan ekspresi wajah atau tingkah laku yang dibuat-buat seolah segalanya baik-baik saja, padahal kondisi batin sebaliknya. Sering digunakan untuk menyindir atau menggambarkan reaksi seseorang secara humoris.”