Adem
“Memberi rasa tenang atau menenangkan hati.”
Kumpulan kosakata gaul sehari-hari terdiksi se-Indonesia. Biar obrolan makin asik dan nggak kudet saat nongkrong.
“Memberi rasa tenang atau menenangkan hati.”
“Ungkapan slang yang menyatakan ketidaktahuan atau ketidakpedulian terhadap sesuatu; ekspresi untuk menunjukkan bahwa seseorang tidak mengerti atau tidak peduli dengan suatu hal.”
“Kata tanya untuk menanyakan keadaan atau cara.”
“Tidak apa-apa; ungkapan untuk menenangkan.”
“Bokin adalah sebutan informal untuk pacar atau pasangan dalam konteks percakapan sehari-hari yang santai.”
“Kata penguat yang menyatakan intensitas sangat tinggi atau berlebihan dari suatu keadaan atau sifat”
“Istilah informal yang merujuk pada “huruf kecil” dalam penulisan, yaitu karakter alfabet dalam bentuk tidak kapital seperti a, b, c.”
“Variasi slang dari kata ganti orang pertama tunggal 'Saya', yang digunakan dalam komunikasi informal dan media digital.”
“Keadaan hati yang “gelisah”, bingung, atau sedih akibat tekanan emosional, khususnya dalam hal percintaan. Kata ini merepresentasikan kondisi psikologis berupa kebingungan atau kegundahan batin yang tidak menentu, yang sering kali memicu respons perilaku pasif atau keluhan terhadap situasi romantika yang sedang dialami.”
“Kata penguat informal yang berarti 'sangat' atau 'banget', digunakan sebagai variasi dari kata 'kali' untuk menekankan intensitas suatu kondisi atau keadaan. Populer di kalangan anak muda Jakarta dan sekitarnya dalam percakapan santai dan media sosial. ”
“Perilaku berbicara atau berkomentar tanpa dasar pengetahuan, fakta, atau pemikiran yang memadai, semata-mata demi menghasilkan suara atau respons tanpa substansi. Berasal dari akronim asal bunyi, merujuk pada seseorang yang berbicara asal-asalan tanpa mempertimbangkan kebenaran atau relevansi isi ucapannya.”
“Merasa tertarik secara romantis kepada seseorang; menyukai atau mengagumi seseorang dengan perasaan yang lebih dari sekadar pertemanan. Kata ini menggambarkan kondisi seseorang yang menaruh “rasa suka” terhadap orang lain, biasanya dengan perasaan ingin lebih dekat atau menjalin hubungan romantis.”
“Sifat atau perilaku seseorang yang sangat kaku, tidak fleksibel, dan berpegang teguh pada aturan atau prinsip secara “mutlak” tanpa kompromi.”
“Perasaan kesal, jengkel, atau tidak nyaman yang dialami seseorang akibat situasi yang tidak menyenangkan atau mengecewakan; merupakan bentuk informal dari kata “sebal”.”
“Tindakan mengkritik, menyindir, atau mengejek seseorang secara tajam dan pedas, sering kali dilakukan secara terbuka di depan orang lain atau di media sosial dengan tujuan humor atau kritik sosial.”
“Singkatan dari dokumen asli, merujuk pada dokumen resmi yang bersifat otentik dan tidak dipalsukan, digunakan secara luas dalam percakapan informal di media sosial.”
“Nokip adalah kata kerja dalam ragam “prokem” Indonesia era 1980-an yang berarti melakukan kegiatan minum minuman beralkohol, biasanya dilakukan secara bersama-sama dalam suasana pergaulan.”
“Perilaku sengaja menarik perhatian orang lain dengan cara yang berlebihan atau mencolok; sinonim populer: “pamer”, “sok eksis”. Merupakan bentuk singkatan dari cari perhatian.”
“Istilah slang yang merujuk pada sekelompok anak muda atau remaja, sering digunakan dalam konteks media sosial atau percakapan informal.”
“Kata sifat informal yang berarti luar biasa, hebat, atau mengesankan dalam tingkat yang tinggi. Digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu yang melampaui ekspektasi biasa, baik dari segi kualitas, penampilan, maupun performa. Kata ini membawa konotasi positif yang kuat dan penuh kekaguman.”
“Mulut besar atau omong kosong, sering digunakan untuk mengkritik pemain (konteks pekerjaan/gaming) yang banyak bicara tapi skill-nya biasa saja.”
“Sikap sinis atau iri yang diekspresikan lewat komentar pedas.”
“Akoh adalah variasi kata ganti orang pertama tunggal dalam dialek Betawi/Melayu Jakarta, setara dengan “Aku” dalam bahasa Indonesia standar.”
“Sifat atau kondisi seseorang yang jarang atau sama sekali tidak mau bersosialisasi, menghabiskan sebagian besar waktu menyendiri, dan tidak memiliki kehidupan sosial yang aktif. Istilah “nolep” menggambarkan individu yang lebih memilih aktivitas soliter seperti bermain gim, menonton konten daring, atau berdiam diri di rumah dibandingkan berinteraksi dengan orang lain.”