Sabi
“Bentuk slang santai dari kata bisa, yang berarti mampu atau sanggup melakukan sesuatu; sering digunakan sebagai ungkapan persetujuan atau konfirmasi kemampuan, setara dengan kata “oke” atau “bisa” dalam percakapan sehari-hari.”
Kumpulan kosakata gaul sehari-hari terdiksi se-Indonesia. Biar obrolan makin asik dan nggak kudet saat nongkrong.
“Bentuk slang santai dari kata bisa, yang berarti mampu atau sanggup melakukan sesuatu; sering digunakan sebagai ungkapan persetujuan atau konfirmasi kemampuan, setara dengan kata “oke” atau “bisa” dalam percakapan sehari-hari.”
“Doi adalah istilah slang untuk merujuk pada pacar atau pasangan romantis. Biasanya digunakan dalam percakapan santai di kalangan remaja dan dewasa muda untuk menggantikan kata 'pacar' atau 'pasangan'. Menunjukkan hubungan dekat yang bersifat personal dan intim.”
“Tidak terduga atau tidak nyambung dengan konteks sebelumnya.”
“Istilah metaforis bagi individu yang memiliki kecenderungan gaya hidup “kontemplatif” dengan kegemaran pada kopi, musik indie, puisi, serta suasana matahari terbenam.”
“Istilah slang yang merujuk pada kondisi 'mati' atau 'meninggal', dengan variasi linguistik prokem yang memasukkan suku kata 'ok' ke dalam kata 'mat'.”
“Digunakan untuk menyatakan persetujuan atau pembenaran.”
“Kiasan pejoratif yang merujuk pada laki-laki tua yang masih memiliki hasrat atau “kegilaan” terhadap perempuan, sering kali digunakan untuk mengejek atau mengkritik perilaku yang dianggap tidak pantas bagi usia tua.”
“Ungkapan persetujuan singkat atau tanda mengerti.”
“Bray adalah istilah slang yang digunakan untuk menyebut seseorang dengan nada akrab atau bercanda. Istilah slang lain: 'bro', 'cuy', 'gan'.”
“Kata kerja yang berarti mempercepat, bergerak cepat, atau menunjukkan semangat tinggi untuk segera melakukan sesuatu. Sering digunakan untuk mengekspresikan persetujuan antusias atau dorongan untuk langsung bertindak tanpa menunda.”
“Perasaan malu yang intens, sering kali bercampur dengan rasa segan atau gugup, terutama ketika berada di dekat seseorang yang dikagumi atau disukai. Kondisi ini ditandai dengan reaksi fisik seperti wajah memerah, sulit bicara, atau sikap canggung yang tidak bisa dikendalikan.”
“Kondisi psikologis berupa rasa cemas atau khawatir yang berlebihan dan tidak proporsional terhadap suatu situasi, seringkali tanpa dasar yang kuat atau rasional. Kata ini digunakan dalam konteks pergaulan untuk menggambarkan seseorang yang mudah merasa terancam, curiga, atau gelisah secara berlebihan.”
“Kata slang yang artinya jelek atau tidak menarik, biasanya untu mengejek penampilan atau sesuatu.”
“Kondisi canggung, gugup, atau tidak nyaman yang ditunjukkan seseorang ketika mendapat perhatian, pujian, atau berada dalam situasi yang membuatnya malu. Berasal dari singkatan 'salah tingkah', menggambarkan reaksi spontan seperti gerak-gerik kikuk, tidak tahu harus berbuat apa, atau kehilangan ketenangan saat merasa jadi pusat perhatian.”
“Singkatan dari 'Sepuh', digunakan untuk memanggil seseorang yang sangat ahli, berpengalaman, atau sudah senior dalam suatu bidang.”
“Merasa malu, segan, atau tidak enak hati karena khawatir akan terlihat merendahkan diri atau dianggap tidak punya harga diri oleh orang lain. Kata ini menggambarkan perasaan canggung yang muncul saat seseorang merasa tindakan atau situasinya dapat menurunkan “citra sosial” dirinya di mata lingkungan sekitar.”
“Keadaan mengalami kerugian finansial yang signifikan atau kegagalan dalam memperoleh keuntungan dari suatu investasi maupun usaha. Istilah ini merujuk pada situasi di mana pengeluaran jauh lebih besar daripada pendapatan sehingga menyebabkan “kebocoran” modal.”
“Istilah slang yang menggambarkan keadaan atau sikap tenang, rileks, dan tidak terburu-buru dalam menghadapi situasi tertentu. Kata ini sering digunakan untuk menganjurkan ketenangan dan menghindari kepanikan, menunjukkan bahwa seseorang tidak mudah khawatir atau tegang.”
“Bentuk singkat dari 'belum' yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari”
“Keadaan emosi yang sedang marah atau tersulut.”
“Terlalu sensitif atau mudah tersinggung terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak serius. Orang yang baper cenderung membawa perasaan pribadi ke dalam situasi yang ringan atau bercanda, sehingga bereaksi berlebihan atau merasa sakit hati dengan mudah.”