Insektisida
“Zat kimia yang dirancang khusus untuk membasmi atau mengendalikan populasi “serangga” yang dianggap sebagai hama. Senjata kimia ini berfungsi mengganggu sistem biologis organisme target guna melindungi tanaman pertanian.”
Pusat rujukan utama bahasa gaul, kultur internet, dan dialek daerah. Temukan ragam kata yang mendefinisikan identitas Indonesia hari ini.
Menampilkan 24 entri
“Zat kimia yang dirancang khusus untuk membasmi atau mengendalikan populasi “serangga” yang dianggap sebagai hama. Senjata kimia ini berfungsi mengganggu sistem biologis organisme target guna melindungi tanaman pertanian.”
“Pigmen hijau yang terdapat pada tumbuhan, alga, dan sianobakteri, berfungsi sebagai penyerap cahaya matahari untuk memfasilitasi proses fotosintesis. Zat ini merupakan elemen krusial dalam konversi energi cahaya menjadi energi kimia untuk memproduksi karbohidrat.”
“Unit ekologi binaan manusia yang berasal dari modifikasi ekosistem alami untuk kegiatan pertanian. Sistem ini mencakup interaksi antara komponen biotik dan abiotik dalam satu bentang lahan yang dikelola secara sengaja guna menghasilkan pangan, serat, atau produk hayati lainnya bagi kebutuhan manusia.”
“Sistem budidaya atau penanaman tunggal yang dilakukan secara terus menerus pada suatu kawasan lahan dengan hanya menggunakan satu jenis tanaman. Metode ini mengabaikan keanekaragaman hayati demi efisiensi produksi, namun berisiko tinggi terhadap degradasi kualitas tanah dan kerentanan serangan hama.”
“Sistem pertanaman yang melibatkan budi daya “beberapa jenis tanaman” secara simultan pada satu hamparan lahan yang sama.”
“Wadah air atau bak penampungan air berukuran besar yang biasanya terbuat dari batu atau semen. Digunakan sebagai tempat penampungan air untuk keperluan “mandi” atau sarana “bersuci” di lingkungan masjid dan pesantren.”
“Istilah dalam bahasa Jawa yang merujuk pada “ikan” atau secara lebih luas digunakan untuk menyebut segala jenis “lauk pauk” yang mendampingi nasi.”
“Teknik budi daya tanaman modern yang menggabungkan proses “pemupukan” dan “irigasi” secara sekaligus. Metode ini mendistribusikan larutan nutrisi atau unsur hara ke akar tanaman melalui sistem tetes atau penyiraman teratur untuk meningkatkan efisiensi pemeliharaan dan optimalisasi pertumbuhan.”
“Kelompok tanaman yang telah dipilih dan dibudidayakan untuk memiliki karakteristik tertentu yang bersifat unik, stabil, serta seragam, yang tetap dipertahankan melalui metode perbanyakan tertentu.”
“Cabang ilmu pertanian yang berfokus pada teori dan praktik “produksi tanaman” serta pengelolaan lahan secara ilmiah.”
“Ejaan lama dari kata tolong, yang berarti meminta atau memberikan bantuan kepada orang lain; Digunakan dalam konteks pertolongan atau permohonan dalam teks-teks era kolonial Hindia Belanda.”
“Elektromagnetisme adalah cabang fisik yang mempelajari interaksi antara medan listrik dan medan magnet sebagai fenomena tunggal yang saling berkaitan. Bidang ini mencakup studi tentang muatan listrik, arus, dan radiasi elektromagnetik yang menjadi dasar bagi hukum-hukum fundamental alam semesta.”
“Ungkapan yang berfungsi sebagai “perumpamaan” untuk menyatakan keserupaan antara dua hal atau kondisi, setara dengan makna “seperti halnya” atau “ibaratnya”.”
“Kata “negasi” yang digunakan dalam bahasa Jawa untuk menyangkal nomina, frasa nominal, atau predikat yang bersifat nominal.”
“Preposisi dalam bahasa Jawa yang berfungsi menunjukkan titik asal, sumber, atau perpindahan dari satu lokasi ke lokasi lain. Kata ini merupakan variasi dari bentuk dasar saka yang secara spesifik menandakan hubungan ruang atau waktu yang berarti “dari” dalam konteks formal maupun informal.”
“Partikel “sudah” dalam bahasa Jawa yang merupakan bentuk krama (halus) dari “wis” dalam dialek Jawa, menandakan selesainya suatu tindakan atau peristiwa.”
“Kata keterangan yang menunjukkan kondisi hampir terjadi atau mendekati suatu keadaan, biasanya digunakan dalam konteks percakapan informal”
“Kata keterangan waktu dalam bahasa Jawa Ngoko yang berarti belum, yaitu menyatakan bahwa suatu tindakan atau keadaan yang diharapkan terjadi sampai saat ini masih “belum” terlaksana atau tercapai.”
“Bentuk krama dari kata tau dalam bahasa Jawa, yang bermakna “pernah”, yaitu menyatakan bahwa suatu peristiwa atau tindakan telah terjadi setidaknya satu kali di masa lampau.”
“Keadaan terlepas, tidak terikat, atau tidak melekat pada sesuatu. Kata ini merujuk pada kondisi di mana sesuatu atau seseorang telah “bebas” dari ikatan, keterikatan, atau hubungan tertentu.”
“Kata “pitakon” dalam bahasa Jawa merujuk pada “pertanyaan” atau proses bertanya dengan nuansa halus dan sopan dalam komunikasi antarwarga Jawa.”
“Kata keterangan waktu yang berarti “masih”, mengindikasikan suatu kondisi atau keadaan yang “berlanjut” atau “belum berakhir”. Merupakan bentuk informal dan dialektal dari bahasa Indonesia baku masih.”
“Kata sifat yang berarti “kecil” dalam ukuran, dimensi, atau jumlah. Merupakan bentuk informal atau kolokial dari kata baku “kecil” yang umum digunakan dalam bahasa Jawa dan konteks percakapan sehari-hari.”
“Kata dalam dialek Jawa Timuran yang bermakna 'mau' atau 'ingin', digunakan sebagai penanda keinginan atau kehendak seseorang terhadap suatu tindakan atau keadaan.”