Dekontaminasi
“Proses “pembersihan” atau penghilangan kontaminan, zat berbahaya, atau mikroorganisme dari suatu objek, permukaan, atau lingkungan untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit atau bahaya lainnya.”
Pusat rujukan utama bahasa gaul, kultur internet, dan dialek daerah. Temukan ragam kata yang mendefinisikan identitas Indonesia hari ini.
Menampilkan 24 entri
“Proses “pembersihan” atau penghilangan kontaminan, zat berbahaya, atau mikroorganisme dari suatu objek, permukaan, atau lingkungan untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit atau bahaya lainnya.”
“Sebuah bukaan, lubang, atau saluran alami yang terdapat pada struktur biologis seperti tulang, membran, atau organ tubuh. Foramen berfungsi sebagai jalur lintasan yang krusial bagi pembuluh darah, saraf, atau ligamen untuk melewati jaringan keras maupun lunak di dalam tubuh.”
“Sebuah lekukan, cekungan, atau rongga dangkal pada permukaan tubuh, terutama ditemukan pada struktur tulang atau organ tertentu. Istilah ini merujuk pada fitur morfologi yang berfungsi sebagai tempat melekatnya otot, sendi, atau ruang pelindung bagi jaringan saraf dan pembuluh darah.”
“Istilah anatomi yang merujuk pada bidang vertikal imajiner yang membagi tubuh atau organ menjadi bagian kanan dan kiri. Bidang ini “tegak lurus” terhadap bidang koronal dan “sejajar” dengan bidang median.”
“Berkaitan dengan atau berada di “sisi” samping. Istilah ini sering digunakan dalam konteks anatomi atau medis untuk menggambarkan posisi relatif suatu objek.”
“Senyawa sintetik turunan aminokuinolin yang berfungsi sebagai obat antimalaria dan amebisida sistemik. Zat ini bekerja dengan menghambat pertumbuhan parasit “Plasmodium” dalam sel darah merah manusia, serta digunakan dalam terapi untuk kondisi autoimun tertentu seperti artritis reumatoid dan lupus.”
“Cabang ilmu kedokteran yang mempelajari hakikat penyakit. Ini mencakup proses terbentuknya penyakit, gejala, serta “perubahan fisik” dan “struktural” yang terjadi pada organisme akibat penyakit tersebut.”
“Ilmu yang mempelajari “struktur” dan “organisasi” tubuh makhluk hidup, termasuk letak dan hubungan bagian-bagiannya.”
“Ilmu yang mempelajari tentang “obat” dan interaksinya dengan sistem biologis, termasuk mekanisme kerja, efek terapeutik, efek samping, serta nasib obat dalam tubuh.”
“Berkaitan dengan ilmu kedokteran atau praktek penyembuhan, termasuk juga hal-hal yang berhubungan dengan pengobatan, diagnosis, dan perawatan kesehatan manusia secara profesional.”
“Proses “mengenal” penyakit atau kondisi berdasarkan gejala, tanda-tanda, dan hasil pemeriksaan penunjang untuk menetapkan karakter dan identitasnya secara akurat.”
“Pandemi adalah wabah penyakit menular yang menyebar secara cepat dan luas, melampaui batas-batas geografis dan negara, lalu umumnya menyerang populasi dalam skala “global” atau setidaknya benua.”
“Proses “menimbun” atau “mengisi” tanah atau material lain untuk meratakan, meninggikan, atau membentuk permukaan lahan.”
“Kata kerja yang menggambarkan tindakan “memasuki” atau “masuk ke dalam” suatu kondisi, tempat, atau situasi, seringkali dengan konotasi spiritual, filosofis, atau sastra dalam konteks budaya Jawa.”
“Kata sifat yang mengacu pada sesuatu yang “memperbaiki” atau “meningkatkan” kondisi, situasi, atau kualitas.”
“Berfungsi sebagai penjelas nomina, memberikan keterangan atau “sifat” pada suatu benda atau konsep.”
“Istilah linguistik yang merujuk pada verba yang tidak memerlukan “objek” langsung untuk melengkapi maknanya.”
“Monotransitif merujuk pada verba yang hanya membutuhkan satu “objek” langsung untuk membentuk kalimat yang lengkap.”
“Istilah “slang” yang merujuk pada “keuntungan” atau laba finansial yang diperoleh dari suatu aktivitas, transaksi, atau investasi.”
“Istilah linguistik yang merujuk pada verba atau klausa yang membutuhkan dua “objek” untuk melengkapi maknanya, yaitu objek langsung dan objek tidak langsung.”
“Frasa “kados niki” mengacu pada perbandingan atau kesamaan dengan suatu hal yang sedang dibicarakan atau ditunjuk secara langsung, diterjemahkan sebagai “seperti ini” dalam ragam bahasa Jawa krama inggil.”
“Material berupa campuran “tanah”, “pasir”, atau “batu” yang digunakan untuk menimbun atau meninggikan suatu area. Istilah ini seringkali merujuk pada bahan pengisi untuk konstruksi atau perataan lahan.”
“Berkaitan dengan “substansi”, bukan hanya bentuk atau rupa. Menekankan pada hal yang “pokok” atau “mendasar”.”
“Berkaitan dengan sebab-akibat, bersifat “menyebabkan” atau “menimbulkan” suatu efek, sering kali merujuk pada konstruksi gramatikal yang menunjukkan agen bertindak pada objek untuk menghasilkan perubahan.”