Tjatjar
“Penyakit menular yang disebabkan oleh “virus variola”, ditandai dengan demam tinggi dan ruam berisi cairan pada seluruh permukaan kulit. Kata ini merupakan penulisan dalam Ejaan Van Ophuijsen yang digunakan sebelum tahun 1947.”
Pusat rujukan utama bahasa gaul, kultur internet, dan dialek daerah. Temukan ragam kata yang mendefinisikan identitas Indonesia hari ini.
Menampilkan 24 entri
“Penyakit menular yang disebabkan oleh “virus variola”, ditandai dengan demam tinggi dan ruam berisi cairan pada seluruh permukaan kulit. Kata ini merupakan penulisan dalam Ejaan Van Ophuijsen yang digunakan sebelum tahun 1947.”
“Sebuah sifat yang merujuk pada kualitas suara atau intonasi yang “tebal” atau sangat menonjol. Dalam konteks linguistik, ini mendeskripsikan ciri khas fonologis atau aksen kedaerahan yang sangat kuat, dominan, dan jelas terdengar sehingga membedakan identitas tutur seorang penutur.”
“Keadaan fisik tubuh yang sangat “lemah” atau tidak bertenaga, serta dapat merujuk pada struktur benda yang bersifat “rapuh” dan mudah rusak. Kata ini memberikan penekanan khusus pada kurangnya daya tahan atau ketangguhan dibandingkan dengan kata lemah biasa.”
“Kristalografi adalah cabang ilmu sains yang mempelajari pengaturan “atom” dalam zat padat. Bidang ini berfokus pada penentuan struktur internal kristal melalui metode difraksi untuk memahami sifat fisik serta kimia material secara sistematis dan akurat.”
“Konsep fisika yang menyatakan bahwa “ruang” dan “waktu” bersifat relatif terhadap kerangka acuan pengamat, yang dirumuskan oleh Albert Einstein melalui teori relativitas.”
“Cabang ilmu yang mengkaji asal-usul, struktur, serta evolusi alam semesta secara keseluruhan. Bidang ini menggunakan pendekatan ilmiah untuk memahami prinsip fisik yang mengatur keberadaan “ruang” dan “waktu” dalam skala makro.”
“Cabang ilmu astronomi yang menerapkan prinsip dan metodologi “fisika” untuk menganalisis sifat fisik, komposisi kimia, serta proses evolusi benda-benda langit dan fenomena yang terjadi di seluruh alam semesta.”
“Cabang ilmu geofisika yang mempelajari fenomena “gempa bumi” dan perambatan getaran seismik di dalam bumi secara sistematis. Disiplin ini mencakup analisis mekanisme sumber gempa, struktur internal bumi, serta upaya pemantauan dan mitigasi risiko bencana alam yang ditimbulkan oleh aktivitas tektonik tersebut.”
“Cabang ilmu geologi yang mempelajari susunan, keterdapatan, dan hubungan antar-lapisan batuan di kerak bumi. Bidang ini berfokus pada analisis urutan kronologis “sedimen” atau “batuan” untuk memahami sejarah pembentukan lingkungan fisik bumi secara sistematis dan ilmiah.”
“Cabang ilmu biologi dan geologi yang mempelajari sejarah kehidupan di Bumi melalui analisis “fosil”. Bidang ini mengkaji struktur, perkembangan, serta hubungan antarorganisme purba untuk memahami evolusi flora dan fauna masa lampau secara sistematis dan ilmiah.”
“Cabang ilmu biologi yang mempelajari pola “distribusi” makhluk hidup serta fenomena yang memengaruhi pola tersebut dalam “ruang” dan waktu.”
“Cabang ilmu geologi yang mempelajari “komposisi kimia” bumi serta proses-proses kimia yang terjadi di dalam kerak maupun interior planet.”
“Cabang “biologi” yang mempelajari “fungsi” serta mekanisme kerja sistem kehidupan dan bagian-bagian organisme.”
“Cabang “biologi” yang mempelajari bentuk dan struktur luar dari suatu organisme atau bagian tubuhnya.”
“Ilmu tentang klasifikasi, terutama organisme biologis, ke dalam kelompok-kelompok hierarkis berdasarkan karakteristik dan hubungan evolusioner.”
“Proses sistematis untuk mengkonfirmasi, membuktikan, atau memvalidasi kebenaran, akurasi, dan keabsahan suatu informasi, dokumen, identitas, atau klaim melalui pemeriksaan yang terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan.”
“Proses “penggandaan” atau pembuatan salinan data secara akurat dalam sistem komputasi untuk memastikan ketersediaan serta integritas informasi.”
“Kondisi atau keadaan seseorang yang “terkena” lemparan objek secara tidak sengaja atau tanpa disengaja.”
“Kata penegas dalam bahasa Jawa yang berfungsi sebagai penguat pernyataan, bermakna “pokoknya” atau “sungguh”, digunakan untuk menegaskan bahwa suatu keadaan atau peristiwa benar-benar terjadi atau sudah pasti adanya.”
“Tradisi budaya masyarakat Jawa yang dirayakan pada hari ketujuh setelah Hari Raya Idul Fitri, dikenal juga sebagai “Lebaran Ketupat”, ditandai dengan acara silaturahmi, saling memaafkan, dan penyajian ketupat sebagai hidangan khas.”
“Jang/djang adalah variasi ortografi historis dari 'yang' (pronomina relatif) yang digunakan dalam sistem penulisan Hindia Belanda (terutama ejaan van Ophuijsen, abad ke-19 hingga awal abad ke-20)..”
“Keadaan kaki atau anggota tubuh yang “terbelit” atau tersangkut oleh sesuatu, seperti kain atau tali, sehingga menghambat pergerakan.”
“Keadaan “terburu-buru” atau tergesa-gesa dalam melakukan suatu tindakan sehingga kurang memperhatikan ketelitian.”
“Kondisi yang terlalu lama atau melampaui batas waktu yang dianggap wajar, sehingga menimbulkan rasa tidak sabar atau ketidaknyamanan. Kata ini merupakan bentuk “intensifikasi” dari kata dasar suwe dalam bahasa Jawa yang berarti lama.”