Ndableg
“Tidak tahu malu; tidak memiliki rasa malu atau segan dalam berperilaku atau bertutur kata dalam situasi apa pun.”
Temukan kekayaan kosakata Indonesia, mulai dari bahasa gaul Jakarta hingga dialek daerah yang berumur ratusan tahun, disusun secara alfabetis untuk memudahkan Anda.
“Tidak tahu malu; tidak memiliki rasa malu atau segan dalam berperilaku atau bertutur kata dalam situasi apa pun.”
“Ngepret adalah istilah slang yang digunakan untuk menggambarkan tindakan memukul atau menampar dengan keras dan tiba-tiba.”
“Merupakan falsafah Jawa legendaris yang berarti menerima keadaan atau nasib dengan ikhlas dan pasrah, tanpa mengeluh atau melawan”
“Naksir berarti suka atau jatuh cinta pada seseorang.”
“Duduk atau bertengger di tempat yang agak tinggi dengan santai, biasanya dengan kaki menggantung”
“Berbicara dengan pembahasan yang terlalu tinggi, sulit dimengerti atau terlalu rumit dan berlebihan. Merupakan reduplikasi dari “ndakik” (tinggi/berlebihan)”
“Sebutan untuk sesuatu yang dianggap kampungan atau tidak modern.”
“Kata dalam bahasa Jawa yang berarti mendorong atau menyodorkan sesuatu dengan lembut atau perlahan. Bisa juga memiliki maksud menggesekan anggota badan ke orang lain.”
“Sapaan santai antar teman, bentuk kebalikan dari kata 'bang'.”
“Ngabuburit bukan hanya “menunggu waktu berbuka”, tetapi sudah menjadi ritual sosial yang membentuk budaya kolektif selama bulan Ramadan. Aktivitas mengisi waktu menjelang buka puasa dengan berbagai kegiatan ringan, terutama di area publik atau tempat makan.”
“Ngacir itu artinya pergi dengan cepat atau lari.”
“Kondisi ketika koneksi internet tiba-tiba putus, lambat, atau tidak responsif, sehingga perangkat atau aplikasi menjadi tidak berfungsi dengan baik”
“Berteriak atau bersuara keras dengan suara yang kasar dan tidak terkendali, biasanya karena marah atau emosi yang meluap”
“Berbicara ke mana-mana tanpa arah atau inti.”
“Kata pengganti untuk sesuatu yang lupa atau tidak ingin disebutkan dengan jelas, semacam 'thingy' atau 'whatchamacallit'.”
“Memberi dampak emosional yang kuat atau terasa tepat.”
“Tidak menggunakan akal sehat atau logika; bodoh, tidak berpikir dengan benar”
“Dalam Bahasa Jawa (terutama dialek Jawa Timuran), nggapleki berarti mencela, menghina, atau merendahkan orang lain dengan kata-kata pedas. Biasanya bernuansa mengejek atau mempermalukan.”
“Kata sapaan atau persetujuan dalam bahasa Jawa Krama (tingkat tutur hormat) yang berarti 'ya' atau 'iya'. Digunakan untuk menunjukkan kesopanan dan penghormatan kepada orang yang lebih tua, atasan, atau dalam situasi formal. Ekuivalen dengan 'inggih' dalam ragam Jawa halus, mencerminkan tata krama dan hierarki sosial dalam budaya Jawa.”
“Bentuk lain dari 'nggeh', digunakan sebagai jawaban sopan.”
“Berbicara atau mengomel dengan suara pelan dan tidak jelas, biasanya menunjukkan ketidakpuasan atau kesal”
“Ngoprek adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan aktivitas mengutak-atik atau memperbaiki perangkat teknologi, seperti komputer atau gadget, dengan cara yang tidak resmi.”
“Dianggap berlebihan atau tidak enak dilihat.”
“Nyaah adalah partikel atau akhiran dalam bahasa Sunda yang menunjukkan penekanan, keluhan, atau nada menggerutu dengan sedikit rasa tidak puas atau protes yang ringan.”