Yen
“Kata penghubung dalam bahasa Jawa yang menyatakan syarat atau pengandaian, setara dengan “kalau” atau “jika” dalam bahasa Indonesia.”
Pusat rujukan utama bahasa gaul, kultur internet, dan dialek daerah. Temukan ragam kata yang mendefinisikan identitas Indonesia hari ini.
Menampilkan 24 entri
“Kata penghubung dalam bahasa Jawa yang menyatakan syarat atau pengandaian, setara dengan “kalau” atau “jika” dalam bahasa Indonesia.”
“Keadaan yang sangat berlimpah, berlebih-lebihan, atau melampaui batas kewajaran dalam jumlah maupun kadar; digunakan untuk menggambarkan kelimpahan yang mencolok, baik dalam hal harta, pakaian, makanan, maupun aspek kehidupan lainnya.”
“Kata kerja dalam bahasa Jawa yang berarti mencapai atau sampai pada suatu titik, tempat, atau waktu tertentu. Merupakan bentuk krama dari kata teka yang umum digunakan dalam ragam tulis maupun lisan formal Jawa.”
“Proses penyesuaian dan penggabungan unsur budaya, bahasa, atau identitas sehingga mencapai keserupaan atau keharmonisan; dalam konteks formal istilah ini merujuk pada mekanisme sosial, linguistik, atau kebijakan yang mendorong integrasi antar kelompok. Padanan untuk orang umum: “penyesuaian”, “integrasi”, “penggabungan”, “pencampuran”. (Asal istilah: assimilatio.)”
“Pemakaian retorika atau taktik politik yang berupaya memanipulasi “emosi” dan “prasangka” massa untuk memenangkan dukungan, sering disertai janji-janji kosong, penyederhanaan isu, serta penghasutan. Padanan umum: “manipulasi emosi”, “propaganda”, “retorika yang menghasut”, “penghasutan politik”.”
“Melampaui batasan pemahaman biasa atau dunia material, merujuk pada prinsip-prinsip yang bersifat abstrak, rohani, dan mendasar. Dalam konteks intelektual, istilah ini mencakup hal-hal yang menjadi syarat kemungkinan pengalaman manusia atau kategori yang berada di luar jangkauan indrawi fisik.”
“Sifat atau kondisi keberadaan yang melekat pada sesuatu sehingga eksistensi atau pengaruhnya berasal dari dalam, bukan bersifat transenden; Istilah “imanensi” digunakan untuk menunjukkan kehadiran yang inheren dalam objek, proses, atau realitas.”
“Proses pengembangan atau perluasan suatu gagasan, konsep, atau argumen secara terperinci dan sistematis untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam. Kata ini merujuk pada tindakan menjabarkan suatu pokok pikiran dengan menyertakan penjelasan tambahan, contoh konkret, dan analisis yang mendukung.”
“Proses *penyebaran* informasi, gagasan, atau data secara sistematis kepada kelompok sasaran tertentu melalui media atau forum formal. Tindakan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kolektif agar pengetahuan tersebut dapat dimanfaatkan secara luas dalam konteks administratif atau akademis.”
“Cabang ilmu yang mengkaji hubungan antara identitas “etnis” dan kekuasaan “politik”, mencakup bagaimana kelompok suku atau ras memengaruhi kebijakan negara, perebutan kekuasaan, dan dinamika pemerintahan. Secara sederhana, ini adalah studi tentang bagaimana kesukuan membentuk dan dipengaruhi oleh urusan kenegaraan.”
“Kecenderungan suatu benda atau sistem untuk mempertahankan keadaan gerak atau keadaan diamnya apabila tidak dikenai gaya luar. Dalam pemakaian formal di luar fisika, “inersia” berarti kecenderungan organisasi, kelompok, atau individu untuk lamban beradaptasi atau bertindak terhadap perubahan.”
“Bersifat berdasarkan *pengalaman nyata atau observasi* langsung yang dapat dibuktikan secara lahiriah. Istilah ini merujuk pada pengetahuan yang diperoleh melalui *data lapangan dan eksperimen* fisik guna menjamin akurasi faktual di luar kerangka teori spekulatif.”
“Zat, unsur, atau faktor yang mempercepat terjadinya suatu reaksi kimia maupun proses sosial tanpa mengalami perubahan permanen pada dirinya sendiri. Secara kiasan, “katalisator” merujuk pada sesuatu atau seseorang yang memicu, mendorong, atau mempercepat terjadinya perubahan dalam suatu sistem.”
“Kata yang merujuk pada makhluk halus atau roh penunggu yang dianggap menghuni tempat tertentu, khususnya dalam tradisi kepercayaan Jawa; sering kali digunakan secara kiasan untuk menyebut sesuatu yang misterius atau menakutkan yang tidak terlihat tetapi dirasakan keberadaannya.”
“Kondisi yang menggambarkan sesuatu yang telah terlanjur terjadi atau dilakukan sehingga menjadi sia-sia; merujuk pada penyesalan atas tindakan yang sudah tidak dapat diubah.”
“Dorongan, sokongan, atau bantuan yang diberikan kepada seseorang untuk mencapai suatu tujuan, sering kali dalam konteks moral atau psikologis.”
“Kata kerja dalam bahasa Jawa yang berarti memiliki, menguasai, atau mempunyai sesuatu, baik benda maupun hal yang bersifat abstrak. Merupakan bentuk aktif dari konsep kepemilikan dalam register “ngoko halus” Jawa.”
“Leksanani adalah verba imperatif tingkat krama dalam bahasa Jawa yang berarti melaksanakan, menjalankan, atau merealisasikan suatu kehendak, niat, atau tugas secara halus dan penuh hormat.”
“Proses “penarikan kesimpulan” secara logis berdasarkan premis, bukti, atau data yang telah tersedia melalui penalaran deduktif maupun induktif.”
“Ungkapan yang merujuk pada pertanyaan atau pernyataan yang digunakan untuk menciptakan efek “persuasif” dalam komunikasi, bukan untuk mendapatkan jawaban langsung”
“Sifat atau proses yang berhubungan dengan aktivitas atau fungsi enzim dalam sistem biologis, menggambarkan mekanisme kimia yang melibatkan protein katalis.”
“Kemampuan suatu bahan atau zat untuk menghantarkan atau meneruskan panas, listrik, atau energi dengan efisien.”
“Ukuran matematis yang menunjukkan kemampuan suatu bahan untuk menghambat atau “menentang” aliran arus listrik dalam satuan tertentu.”
“Ukuran tingkat ketidakteraturan atau kekacauan dalam suatu sistem, di mana semakin tinggi nilai entropi, semakin besar derajat “ketidakpastian” dan penyebaran energi yang tidak dapat dimanfaatkan kembali. Konsep ini berlaku dalam termodinamika, teori informasi, dan berbagai disiplin ilmu lainnya.”