Doenia
“Bumi beserta segala isinya, termasuk kehidupan “manusia” dan makhluk hidup lainnya. (Sinonim Modern: dunia)”
Pusat rujukan utama bahasa gaul, kultur internet, dan dialek daerah. Temukan ragam kata yang mendefinisikan identitas Indonesia hari ini.
Menampilkan 24 entri
“Bumi beserta segala isinya, termasuk kehidupan “manusia” dan makhluk hidup lainnya. (Sinonim Modern: dunia)”
“Kata seru yang digunakan untuk memperkenalkan koreksi atau klarifikasi terhadap asumsi yang keliru, dengan nada yang tenang dan tidak konfrontatif. Berfungsi sebagai “penanda kontras” yang memisahkan persepsi umum dari kenyataan sebenarnya, sering kali mendahului pernyataan yang lebih substantif atau jujur.”
“Mendapat atau mengalami “keberuntungan” dan nasib baik; berada dalam kondisi yang menguntungkan secara materi maupun keadaan. Merupakan bentuk penulisan kata beruntung dalam Ejaan Van Ophuijsen.”
“Adverbia dalam bahasa Jawa Ngoko yang bermakna bersama-sama atau “sama-sama”; digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan atau kondisi dialami secara kolektif oleh banyak pihak secara setara.”
“Kata ganti orang pertama tunggal atau “saya” yang sering digunakan dalam situasi informal. Ungkapan ini merepresentasikan diri pembicara dan umumnya dipakai dalam percakapan sehari-hari di kalangan tertentu. Ungkapan ini menunjukkan penunjukan langsung terhadap subjek yang berbicara.”
“Bentuk dialek Jawa dari kata menungso yang berasal dari bahasa Jawa Ngoko, bermakna manusia atau orang, digunakan dalam percakapan sehari-hari terutama di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai padanan informal dari kata “manusia” dalam Bahasa Indonesia.”
“Sifat suatu operasi atau fungsi yang menghasilkan hasil sama meskipun dieksekusi satu kali atau berulang kali dengan input yang identik. Konsep “idempoten” dalam rekayasa perangkat lunak dan matematika menjamin bahwa pengulangan operasi tidak menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. (Sinonim: tidak berubah-ulang, stabil-operasi, konsisten-ganda)”
“Makhluk berakal budi yang memiliki perasaan, kehendak, dan kemampuan untuk berpikir; “orang”. (Sinonim Modern: manusia)”
“Telah dipisahkan menjadi beberapa bagian; bentuk kolokial dari terbagi, pada masa tempoe doeloe umumnya ditulis sebagai “terbagei”. (Sinonim Modern: terbagi)”
“Kata penghubung untuk menyatakan “syarat” atau “pengandaian”. (Sinonim Modern: jika)”
“Kata keterangan yang bermakna “hanya” atau “semata-mata”. Digunakan untuk membatasi atau menekankan suatu hal. (Sinonim Modern: saja)”
“Pembahasan mendalam dan terstruktur mengenai suatu topik atau gagasan, khususnya dalam ranah akademis, ilmu sosial, dan filsafat. Merujuk pada keseluruhan sistem pemikiran, argumen, dan pertukaran ide yang membentuk pemahaman kolektif terhadap suatu isu tertentu. (Sinonim: wacana, perbincangan ilmiah, pembahasan)”
“Narasi, kisah, atau rangkaian peristiwa yang disampaikan secara lisan maupun tulisan; bentuk ejaan lama dari kata cerita sesuai kaidah Ejaan Van Ophuijsen yang menggunakan digraf “tj” untuk merepresentasikan bunyi /c/. (Sinonim Modern: cerita)”
“Istilah slang yang merujuk pada siswa atau status “kelas tiga” di jenjang pendidikan SMP maupun SMA; setara dengan ungkapan populer tingkat akhir di kalangan pelajar.”
“Cacat optik pada sistem lensa di mana cahaya dengan panjang gelombang berbeda dibiaskan pada sudut yang tidak sama, sehingga menghasilkan lingkaran atau halo berwarna di sekitar tepi objek; Dikenal awam sebagai efek pelangi palsu pada foto atau gambar optik. (Sinonim: aberasi warna, cacat kromatik, dispersi lensa)”
“Peringatan hari kelahiran dalam register bahasa Jawa “krama” (bahasa halus); setara dengan kata “ulang tahun” dalam bahasa Indonesia sehari-hari. Digunakan dalam konteks formal atau saat berbicara kepada orang yang lebih tua dan dihormati.”
“Taktik prosedural dalam sidang legislatif berupa pidato atau debat yang sengaja diperpanjang secara berlebihan untuk menunda, menghalangi, atau mencegah pemungutan suara atas suatu rancangan undang-undang atau keputusan. Pelaku menggunakan hak bicara tanpa batas waktu sebagai “senjata prosedural” untuk melelahkan pihak lawan atau mengulur waktu hingga sesi sidang berakhir. (Sinonim: pidato panjang mengulur waktu, taktik penghambat sidang, obstruksi parlemen)”
“Bersifat menghalangi, menghambat, atau mempersulit suatu proses, kebijakan, atau keputusan; Kata sifat yang menggambarkan tindakan atau sikap yang secara aktif mencegah kemajuan. Sinonim umum: menghambat, menghalangi, mempersulit, memblokir, “batu sandungan”.”
“Praktik “klenik” atau ilmu gaib dalam tradisi Jawa yang merujuk pada benda atau zat berbahaya yang disisipkan secara tersembunyi, umumnya ke dalam makanan atau minuman, dengan tujuan mencelakai atau mencelakakan orang lain melalui kekuatan supranatural.”
“Idiom yang melambangkan “kesetiaan” seorang istri untuk senantiasa mendampingi suami dalam kondisi apa pun, baik suka maupun duka.”
“Sesuatu hal atau tempat yang “penuh kenangan” atau “kesenangan mendalam”, seringkali merujuk pada objek atau lokasi yang menjadi favorit pribadi dan dihubungkan dengan rasa “relaksasi” atau kebahagiaan. Istilah ini mengekspresikan “kecintaan” terhadap hal yang memiliki nilai sentimental dan “kenyamanan” personal.”
“Kata serapan dari bahasa Sunda yang digunakan untuk menyampaikan kembali perkataan atau informasi yang didengar dari orang lain, sering kali mengindikasikan bahwa informasi tersebut “belum dapat dipastikan” kebenarannya atau hanya bersifat “rumor”.”
“Ungkapan ini merujuk pada “waktu” atau “saat” yang telah tiba, mengindikasikan bahwa suatu “kejadian” atau “peristiwa” sudah semestinya terjadi.”
“Ejaan lama dari kata perempuan, merujuk pada individu berjenis kelamin wanita atau seseorang yang dilahirkan dengan jenis kelamin feminin. Bentuk penulisan ini menggunakan sistem ejaan “Van Ophuijsen” yang merepresentasikan bunyi u dengan diftong oe, lazim dipakai dalam teks resmi dan sastra Melayu era kolonial.”