ibahasa - Living Dictionary

Kami menguji bagaimana AI memahami bahasa Indonesia dan bahasa daerah, dengan kamus hidup di sampingnya. Dikurasi oleh manusia, didukung teknologi.

cc$Entri Kamus: CC BY-NC-SA 4.0

Platform

  • Benchmark
  • Model AI
  • Battle AI
  • Artikel
  • Insight
  • Kamus

Legal

  • Tentang Kami
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Tanya Jawab
  • Hubungi Kami
ยฉ 2026 ibahasa. Hak cipta dilindungi.
Switch to English
GitHub๐Ÿค—Hugging Face
ibahasa - Living Dictionary
Observatorium
  • Artikel
  • Benchmark
  • Model AI
  • Battle AI
  • Kamus
  1. Topik
  2. Bahasa Jawa
Koleksi Terverifikasi

Bahasa Jawa

Eksplorasi kekayaan dialek Jawa: Ngoko, Kromo, hingga Ngapak Banyumasan. Menyuarakan keramahan tanah Jawa Tengah & Timur.

378 kataโ€ขDiperbarui berkala

Wayahe

โ€œUngkapan dalam bahasa Jawa yang menyatakan bahwa โ€œwaktu yang tepatโ€ atau momen yang telah ditunggu-tunggu telah tiba untuk melakukan suatu tindakan atau peristiwa tertentu. Kata ini berfungsi sebagai penanda aspektual yang menandai ketibaan suatu kesempatan atau momentum.โ€

1 arti

Leksanani

โ€œLeksanani adalah verba imperatif tingkat krama dalam bahasa Jawa yang berarti melaksanakan, menjalankan, atau merealisasikan suatu kehendak, niat, atau tugas secara halus dan penuh hormat.โ€

1 arti

Kabeh

โ€œKata keterangan yang menyatakan โ€œtotalitasโ€ atau โ€œkeseluruhanโ€ dari suatu kelompok, jumlah, atau entitas tanpa ada yang tersisa. Kabรจh berfungsi menunjukkan bahwa seluruh bagian dari suatu subjek telah tercakup sepenuhnya dalam sebuah kondisi atau tindakan tertentu.โ€

1 arti

Rontek

โ€œJenis โ€œbendera kecilโ€ atau panji-panji yang dipasang pada sebilah bambu atau kayu, biasanya digunakan untuk dekorasi jalan atau acara adat. Dalam konteks kiasan, istilah ini merujuk pada sesuatu yang tampak mencolok secara visual namun kurang memiliki landasan atau โ€œsubstansiโ€ yang kuat.โ€

1 arti

Dong opo ora

โ€œUngkapan tanya dalam bahasa Jawa yang berarti "Paham tidak?" atau "Mengerti tidak?", digunakan untuk memastikan pemahaman lawan bicara setelah suatu penjelasan atau pernyataan disampaikan. Ungkapan ini dapat bersifat netral maupun mengandung tekanan emosional, tergantung konteks dan intonasi penuturnya.โ€

1 arti

Pitakon

โ€œKata โ€œpitakonโ€ dalam bahasa Jawa merujuk pada โ€œpertanyaanโ€ atau proses bertanya dengan nuansa halus dan sopan dalam komunikasi antarwarga Jawa.โ€

1 arti

Tangga teparo

โ€œFrasa nominal dalam bahasa Jawa yang merujuk pada tetangga-tetangga di sekitar rumah atau lingkungan tempat tinggal yang paling dekat. Frasa ini merupakan bentuk kolektif dari kata tangga (tetangga) yang dirangkai dengan teparo sebagai penanda kedekatan spasial dan relasional dalam komunitas lokal.โ€

1 arti

Kreak

โ€œKelompok kriminal jalanan yang beroperasi secara terorganisir di wilayah Jawa, khususnya dikenal karena tindakan perampokan, pembegalan, dan kekerasan terhadap pengguna jalan. Istilah โ€œkreakโ€ merujuk pada gerombolan berandal yang meresahkan masyarakat dan dianggap sebagai ancaman keamanan publik di lingkungan perkotaan maupun pedesaan.โ€

1 arti

Mriyang

โ€œKondisi tubuh yang tidak sehat, ditandai dengan peningkatan suhu badan, rasa tidak nyaman secara fisik, atau keadaan badan yang terasa lemah dan tidak fit. Dalam pemakaian sehari-hari masyarakat Jawa, kata ini digunakan secara luas untuk merujuk pada โ€œdemamโ€ maupun kondisi sakit pada umumnya.โ€

1 arti

Urug

โ€œProses โ€œmenimbunโ€ atau โ€œmengisiโ€ tanah atau material lain untuk meratakan, meninggikan, atau membentuk permukaan lahan.โ€

1 arti

Weteng

โ€œBagian tubuh manusia atau hewan yang terletak di antara dada dan panggul, yang di dalamnya terdapat organ pencernaan. Secara spesifik merujuk pada area perut dalam konteks bahasa ngoko untuk menunjukkan fungsi biologis maupun sensasi fisik seperti rasa lapar.โ€

1 arti

Mbesengut

โ€œEkspresi wajah atau sikap yang menunjukkan perasaan tidak senang, kesal, atau cemberut, biasanya digunakan dalam konteks percakapan informal di wilayah Jawa Tengahโ€

1 arti

Nduwur

โ€œMenunjukkan posisi atau letak suatu benda yang berada pada ketinggian atau tempat yang lebih tegak dibandingkan titik referensi utama. Dalam konteks abstrak, istilah ini merujuk pada tingkatan, derajat, atau status sosial yang lebih mulia dan terhormat.โ€

1 arti

Mak tratap

โ€œUngkapan seru dalam bahasa Jawa yang menggambarkan perasaan terkejut atau kaget secara tiba-tiba dan mendalam. Biasanya diucapkan sebagai respons spontan terhadap kejadian yang tidak terduga. Kadang ditulis sebagai โ€œMak tratabโ€.โ€

1 arti

Nglencer

โ€œAktivitas bepergian atau mengunjungi orang lain dengan tujuan bersilaturahmi, menikmati perjalanan santai, atau sekadar berkeliling tanpa tujuan yang terlalu spesifik. Kata ini merupakan bagian dari kosakata bahasa Jawa yang mencerminkan kebiasaan sosial masyarakat Jawa dalam menjaga hubungan antarmanusia melalui kunjungan langsung.โ€

1 arti

Keplongor

โ€œKondisi sangat haus; rasa haus yang intens sehingga mendorong kebutuhan segera untuk minum. Istilah โ€œKeplongorโ€ digunakan dalam ragam nonformal bahasa Jawa, terutama di wilayah Jawa Tengah.โ€

1 arti

Mrika

โ€œKata ganti penunjuk tempat dalam bahasa Jawa yang menyatakan arah atau lokasi yang โ€œsangat jauhโ€ dari posisi pembicara.โ€

1 arti

Ngriki

โ€œKata keterangan tempat yang merujuk pada posisi pembicara atau lokasi saat ini dalam tingkatan bahasa Jawa halus. Istilah ini secara harfiah berarti โ€œdisiniโ€.โ€

1 arti

Lare

โ€œKata benda yang digunakan untuk merujuk pada โ€œanakโ€ atau individu yang masih muda dalam tingkatan bahasa Jawa halus.โ€

1 arti

Geluduk

โ€œBunyi โ€œgemuruhโ€ yang sangat keras di udara yang terjadi bersamaan dengan kilat atau petir.โ€

1 arti

Celengan

โ€œCelengan adalah istilah untuk tempat penyimpanan uang, berasal dari kata 'celeng' (babi). Berfungsi sebagai sarana berlatih anak kecil untuk menabung sejak dini.โ€

1 arti

Ageman

โ€œPakaian atau busana yang dikenakan oleh seseorang, biasanya merujuk pada pakaian yang memiliki nilai estetika, budaya, atau status sosial tertentu dalam tradisi masyarakat Jawa.โ€

1 arti

Ngelih

โ€œKondisi fisik yang ditandai dengan rasa โ€œsangat laparโ€ atau โ€œperut yang kosong dan membutuhkan makananโ€. Istilah ini umum digunakan dalam dialek Jawa untuk mengekspresikan kelaparan dengan cara yang lebih ekspresif dan emosional dibandingkan kata โ€œlaparโ€ standar.โ€

1 arti

Surup

โ€œKondisi โ€œwaktuโ€ menjelang malam ketika matahari hampir terbenam di ufuk barat, menandai berakhirnya siang dan menjelang malam.โ€

1 arti
  • 1
  • 13
  • 16