Bagel
“Tidak berfungsi dengan baik atau maksimal; tidak pakem; tidak menggigit atau tidak bekerja sebagaimana mestinya.”
Pusat rujukan utama bahasa gaul, kultur internet, dan dialek daerah. Temukan ragam kata yang mendefinisikan identitas Indonesia hari ini.
Menampilkan 24 entri
“Tidak berfungsi dengan baik atau maksimal; tidak pakem; tidak menggigit atau tidak bekerja sebagaimana mestinya.”
“Kata slang untuk menggambarkan seseorang, terutama perempuan, yang memiliki bentuk tubuh seksi dan menarik secara fisik.”
“Menceritakan gosip, rahasia, atau informasi pribadi seseorang kepada orang lain, terutama dalam konteks percakapan santai atau media sosial.”
“Hancur atau rusak parah; keadaan yang berantakan atau tidak berfungsi dengan baik. Dalam konteks slang, merujuk pada sesuatu yang gagal total atau situasi yang sangat buruk.”
“Gaje maksudnya menggambarkan sesuatu yang absurd, tidak masuk akal, atau konyol. Di internet, kata ini digunakan untuk mengkritik postingan, konten, atau perilaku yang dianggap irasional, aneh, atau tidak serius. Populer di Twitter(X) dan media sosial.”
“Persyaratan atau kondisi yang harus dipenuhi; ketentuan yang ditetapkan sebagai prasyarat dalam suatu perjanjian, transaksi, atau kesepakatan.”
“Sesuatu yang didapatkan tanpa perlu membayar; barang atau layanan yang diberikan secara cuma-cuma.”
“Nedha adalah istilah bahasa Jawa Kromo Madya yang berarti makan. Kata ini merupakan bentuk halus dari 'mangan' dalam bahasa Jawa ngoko dan digunakan dalam konteks percakapan yang lebih formal atau menghormati lawan bicara.”
“Kejengkang adalah jatuh ke belakang secara tidak sengaja atau tiba-tiba, biasanya disebabkan oleh kehilangan keseimbangan atau kegagalan alas duduk.”
“Kejlungup adalah jatuh ke depan dengan posisi tubuh tidak terkontrol, biasanya secara tiba-tiba atau tidak sengaja.”
“Sifat atau perilaku seseorang yang suka berbicara sembarangan, berlebihan, atau tanpa filter; cenderung mengeluarkan perkataan tanpa memikirkan konsekuensi atau kesesuaian konteks.”
“Kondisi ketika rasa haus sudah hilang setelah minum minuman tertentu; tidak merasa haus lagi.”
“Akronim dari 'jalur pribadi', merujuk pada komunikasi pesan secara personal atau privat melalui media digital, bukan di ruang publik atau grup.”
“Panggilan untuk paman dalam bahasa Jawa, atau sebutan umum untuk laki-laki yang lebih tua, baik dikenal maupun tidak dikenal, sebagai bentuk sapaan hormat.”
“Upaya berlebihan untuk menampilkan citra diri yang terkesan keren atau menarik guna memperoleh pengakuan atau validasi sosial, terutama dalam konteks media sosial atau interaksi publik.”
“Berani mengambil tindakan ekstrem atau berisiko tanpa banyak pertimbangan; bertindak nekat dengan penuh semangat dan tanpa ragu.”
“Istilah slang yang menggambarkan seseorang yang hanya mengandalkan modal muka atau keberanian tanpa persiapan atau kemampuan memadai.”
“Kata kerja dalam bahasa Jawa Ngoko yang menggambarkan kondisi sesuatu yang keluar, menonjol, atau muncul secara tiba-tiba, terutama untuk mendeskripsikan benda yang muncul atau keluar dengan cepat dari tempatnya.”
“Singkatan dari frasa Jawa 'Siji tok' yang bermakna 'satu saja' atau 'hanya satu'. Digunakan untuk menyatakan kuantitas minimal atau penekanan pada kesederhanaan pilihan.”
“Tidak tahu malu; tidak memiliki rasa malu atau segan dalam berperilaku atau bertutur kata dalam situasi apa pun.”
“Kata benda yang merujuk pada bagian tumbuhan yang berkembang dari bunga dan mengandung biji, atau digunakan sebagai kata penggolong untuk benda bulat atau berkategori tertentu dalam ejaan Van Ophuijsen.”
“Kata depan yang menyatakan tujuan, maksud, atau peruntukan sesuatu; bentuk ejaan lama dari 'untuk'”
“Kata dalam dialek Jawa Banyumasan atau ngapak yang berarti lapar atau merasa kelaparan. Alternatif kata ini untuk bahasa Jawa lainnya adalah “luwe” dan “ngelih”.”
“Tradisi budaya Jawa pada bulan Ramadhan yang melibatkan pembunyian bambu untuk membangunkan sahur; secara umum, tindakan membunyikan benda tertentu.”