ibahasa - Living Dictionary

Living Dictionary untuk bahasa gaul, dialek, dan konteks budaya Indonesia. Dikurasi oleh manusia, didukung teknologi.

Platform

  • Trending
  • Leaderboard
  • Kata Acak
  • Contribute
  • Browse A-Z
  • Etalase Ejaan
  • Kata Baku

Legal

  • Tentang Kami
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Tanya Jawab
  • Hubungi Kami
© 2026 ibahasa. Hak cipta dilindungi.
Switch to English
Twitter (X)
ibahasa - Living Dictionary
EN
Jelajahi ibahasa
  • Jelajahi Kata
  • Jelajahi A-Z
  • Kontribusi
  • Etalase Ejaan
  • Kata Baku
  • Klasemen Perkembangan
Koleksi Topik
  • Bahasa JakselMengulas kamus bahasa anak Jak...
  • Slang & GaulKumpulan kosakata gaul sehari-...
  • Tech & StartupGlosarium lengkap istilah star...
  • Gaming & EsportsKamus bahasa gamer sejati. Dar...
  • Internet CultureEnsiklopedia budaya internet I...
  • Bahasa JawaEksplorasi kekayaan dialek Jaw...
  • Bahasa SundaKumaha damang? Menyelami manis...
  • Bahasa BatakHoras! Pelajari ketegasan dan ...
  • Bahasa BetawiBahasa asli ibu kota. Dari 'gu...
  • Baku (Formal)Koleksi kata baku dan resmi Ba...
  • PeribahasaRagam peribahasa dan ungkapan ...
  • General / UmumKumpulan kosakata umum Bahasa ...
  • Budaya / LokalGlosarium istilah budaya, adat...
  • Bahasa Tempo DoeloeBahasa Klasik
  1. Topik
  2. Bahasa Jawa
Koleksi Terverifikasi

Bahasa Jawa

Eksplorasi kekayaan dialek Jawa: Ngoko, Kromo, hingga Ngapak Banyumasan. Menyuarakan keramahan tanah Jawa Tengah & Timur.

353 kata•Diperbarui berkala

Dereng

“Bahasa Jawa krama yang menyatakan bahwa suatu perbuatan atau keadaan “belum” terjadi atau belum terlaksana sampai saat ini. Kata ini berfungsi sebagai penanda aspek temporal yang digunakan untuk berkomunikasi secara formal atau sopan kepada orang yang dihormati.”

1 arti

Sanget

“Kata keterangan yang menyatakan tingkat intensitas atau derajat yang tinggi, merupakan bentuk krama dan krama inggil dari kata “banget” atau “sangat” dalam bahasa Jawa.”

1 arti

Mlebu

“Tindakan “masuk” ke dalam suatu ruang, bangunan, atau wilayah tertentu.”

1 arti

Syawalan

“Tradisi budaya masyarakat Jawa yang dirayakan pada hari ketujuh setelah Hari Raya Idul Fitri, dikenal juga sebagai “Lebaran Ketupat”, ditandai dengan acara silaturahmi, saling memaafkan, dan penyajian ketupat sebagai hidangan khas.”

1 arti

Inggil

“Kata “inggil” dalam konteks bahasa Jawa merujuk pada tingkat tertinggi dalam sistem kesopanan bahasa Jawa, yang disebut “krama inggil”, digunakan untuk menunjukkan penghormatan yang sangat tinggi kepada lawan bicara atau orang yang dibicarakan.”

1 arti

Becik

“Menunjukkan sifat atau keadaan yang memiliki kualitas “baik”, terpuji, atau selaras dengan norma moral dan etika. Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan perilaku manusia atau hasil dari suatu perbuatan yang membawa manfaat.”

1 arti

Kuwi

“Kata ganti penunjuk dalam bahasa Jawa Ngoko yang merujuk pada benda, orang, atau hal yang jauh dari pembicara, setara dengan “itu” dalam bahasa Indonesia baku.”

1 arti

Mbrojol

“Kata kerja dalam bahasa Jawa Ngoko yang menggambarkan kondisi sesuatu yang keluar, menonjol, atau muncul secara tiba-tiba, terutama untuk mendeskripsikan benda yang muncul atau keluar dengan cepat dari tempatnya.”

1 arti

Podo

“Adverbia dalam bahasa Jawa Ngoko yang bermakna bersama-sama atau “sama-sama”; digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan atau kondisi dialami secara kolektif oleh banyak pihak secara setara.”

1 arti

Nggugah

“Melakukan tindakan untuk “membangkitkan” atau memicu munculnya suatu perasaan, keinginan, atau kondisi tertentu dari keadaan diam atau pasif. Bisa juga berarti membangunkan seseorang dari kondisi tidur.”

1 arti

Anggitan

“Karangan, tulisan, atau hasil cipta seseorang; berasal dari tradisi sastra Jawa dan merujuk pada sebuah karya tulis yang disusun atau dikarang, setara dengan kata umum “karangan” atau “tulisan” dalam bahasa Indonesia sehari-hari.”

1 arti

Kae

“Kata ganti penunjuk atau demonstrativa untuk benda, orang, atau keadaan yang letaknya “jauh” dari pembicara maupun lawan bicara. Dalam bahasa Indonesia bisa diartikan dengan “Itu”.”

1 arti

Saged

“Kata kerja yang menyatakan “kemampuan” atau “kesanggupan” untuk melakukan sesuatu atau menandakan adanya “kemungkinan” dalam tingkatan bahasa Jawa Krama.”

1 arti

Iku

“Kata demonstratif dalam bahasa Jawa Ngoko yang bermakna "itu", digunakan untuk merujuk pada benda, orang, atau situasi yang berada di luar jangkauan langsung pembicara atau yang telah disebutkan sebelumnya dalam percakapan.”

1 arti

Tumbas

“Kata kerja dalam bahasa Jawa yang berarti membeli, yaitu tindakan memperoleh barang atau jasa dengan memberikan sejumlah uang sebagai alat tukar. Kata ini termasuk dalam register “krama” sehingga digunakan dalam situasi yang memerlukan kesopanan atau penghormatan kepada lawan bicara.”

1 arti

Kupat

“Bentuk dialek bahasa Jawa untuk menyebut “ketupat”, yaitu makanan tradisional berbahan beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa muda dan dimasak hingga padat. Pelafalan kupat lebih mudah diucapkan oleh penutur Jawa karena penyesuaian fonetis terhadap bunyi vokal.”

1 arti

Jeding

“Wadah air atau “bak” permanen yang terletak di dalam kamar mandi atau tempat wudu untuk menampung air dalam volume besar.”

1 arti

Mriku

“Kata ganti penunjuk lokasi yang memiliki arti “ke sana” atau menunjukkan arah menuju tempat yang jauh dari posisi pembicara.”

1 arti

Nggeh

“Kata sapaan atau persetujuan dalam bahasa Jawa Krama (tingkat tutur hormat) yang berarti 'ya' atau 'iya'. Digunakan untuk menunjukkan kesopanan dan penghormatan kepada orang yang lebih tua, atasan, atau dalam situasi formal. Ekuivalen dengan 'inggih' dalam ragam Jawa halus, mencerminkan tata krama dan hierarki sosial dalam budaya Jawa.”

1 arti

Tampah

“Alat dapur tradisional berbentuk bundar pipih yang terbuat dari “anyaman bambu”, berfungsi utama untuk menampi beras atau sebagai wadah penyajian makanan.”

1 arti

Kunyuk

“Kata dalam bahasa Jawa Ngoko yang merujuk pada “monyet” sebagai makna harfiah, namun lebih sering digunakan sebagai umpatan atau “paraban” bernada negatif untuk menyebut seseorang yang dianggap bodoh, tidak tahu aturan, atau berkelakuan buruk seperti binatang.”

1 arti

Ndakik-ndakik

“Berbicara dengan pembahasan yang terlalu tinggi, sulit dimengerti atau terlalu rumit dan berlebihan. Merupakan reduplikasi dari “ndakik” (tinggi/berlebihan)”

1 arti

Rene

“Kata penunjuk arah dalam bahasa Jawa Ngoko yang bermakna "ke sini", digunakan untuk memerintah atau mengajak seseorang agar berpindah menuju lokasi pembicara.”

1 arti

Sanes

“Kata penolakan atau penyangkalan dalam ragam krama alus bahasa Jawa, yang berarti “tidak” atau “bukan”, digunakan sebagai bentuk sopan dan halus untuk menyatakan penolakan, ketidaksetujuan, atau penyangkalan terhadap suatu pernyataan.”

1 arti
  • 1
  • 2
  • 3
  • 15