ibahasa - Living Dictionary

Kami menguji bagaimana AI memahami bahasa Indonesia dan bahasa daerah, dengan kamus hidup di sampingnya. Dikurasi oleh manusia, didukung teknologi.

cc$Entri Kamus: CC BY-NC-SA 4.0

Platform

  • Benchmark
  • Model AI
  • Battle AI
  • Artikel
  • Insight
  • Kamus

Legal

  • Tentang Kami
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Tanya Jawab
  • Hubungi Kami
© 2026 ibahasa. Hak cipta dilindungi.
Switch to English
GitHub🤗Hugging Face
ibahasa - Living Dictionary
Observatorium
  • Artikel
  • Benchmark
  • Model AI
  • Battle AI
  • Kamus
  1. Topik
  2. Bahasa Jawa
Koleksi Terverifikasi

Bahasa Jawa

Eksplorasi kekayaan dialek Jawa: Ngoko, Kromo, hingga Ngapak Banyumasan. Menyuarakan keramahan tanah Jawa Tengah & Timur.

378 kata•Diperbarui berkala

Ndrawasi

“Kondisi perasaan merinding, takut secara intens, atau diliputi rasa ngeri yang mendalam ketika menghadapi sesuatu yang menyeramkan, berbahaya, atau menegangkan. Sensasi ini bersifat fisik sekaligus emosional, sering kali memicu bulu kuduk berdiri dan perasaan drawasi yang sulit dikendalikan.”

1 arti

Kethek

“Sebutan untuk binatang “monyet” dalam tingkat tutur bahasa Jawa ngoko yang sering digunakan pula sebagai kata umpatan atau panggilan akrab di antara teman sebaya.”

1 arti

Mriki

“Kata keterangan tempat yang menunjukkan arah atau lokasi di dekat pembicara dalam tingkatan bahasa Jawa halus. Berfungsi untuk mengarahkan lawan bicara agar datang atau melihat ke posisi pembicara saat ini.”

1 arti

Wedi

“Kondisi psikologis berupa perasaan “takut” atau khawatir terhadap sesuatu yang dianggap membahayakan atau tidak menyenangkan.”

1 arti

Kejlungup

“Kejlungup adalah jatuh ke depan dengan posisi tubuh tidak terkontrol, biasanya secara tiba-tiba atau tidak sengaja.”

1 arti

Endog

“Kata dalam bahasa Jawa Ngoko yang merujuk pada “telur”, yaitu benda bulat yang dihasilkan oleh hewan betina, terutama unggas seperti ayam, bebek, atau burung, yang mengandung bakal anak atau dimanfaatkan sebagai bahan pangan.”

1 arti

Ndusel

“Kata dalam bahasa Jawa yang berarti mendorong atau menyodorkan sesuatu dengan lembut atau perlahan. Bisa juga memiliki maksud menggesekan anggota badan ke orang lain.”

1 arti

Embuh

“Kata seru dalam bahasa Jawa yang menyatakan ketidaktahuan atau ketidakmengertian pembicara terhadap suatu hal, situasi, atau pertanyaan. Setara dengan “tidak tahu” dalam bahasa Indonesia.”

1 arti

Memedi

“Kata yang merujuk pada makhluk halus atau roh penunggu yang dianggap menghuni tempat tertentu, khususnya dalam tradisi kepercayaan Jawa; sering kali digunakan secara kiasan untuk menyebut sesuatu yang misterius atau menakutkan yang tidak terlihat tetapi dirasakan keberadaannya.”

1 arti

Coeg

“Sebuah kata seru atau interjeksi vulgar yang digunakan untuk mengekspresikan kekesalan, kemarahan, atau keterkejutan yang mendalam. Merupakan variasi ejaan eufemisme dari term cok atau jancuk yang berfungsi sebagai makian kasar atau penekanan emosional dalam percakapan informal.”

1 arti

Kiwa

“Kata keterangan posisi atau arah yang merujuk pada sisi tubuh yang berlawanan dengan kanan. Dalam tingkatan bahasa Ngoko, istilah ini digunakan untuk menunjukkan letak geografis, orientasi spasial, atau bagian tubuh manusia yang berada di sebelah kiri. Dibaca “Kiwo”.”

1 arti

Isuk

“Satuan waktu yang merujuk pada masa awal hari atau periode setelah matahari terbit hingga menjelang siang hari.”

1 arti

Pirantos

“Kata benda dalam ragam Krama bahasa Jawa yang merujuk pada “alat” atau “peralatan”; yaitu benda yang digunakan sebagai sarana atau instrumen untuk melaksanakan suatu pekerjaan atau kegiatan tertentu. Merupakan padanan halus dari bentuk Ngoko piranti.”

1 arti

Bondho

“Bondho merujuk pada modal, harta, atau bekal. Kata ini sering digunakan dalam konteks kekayaan material atau sumber daya yang dimiliki.”

1 arti

Tur

“Konjungsi koordinatif dalam bahasa Jawa yang bermakna "dan" atau "juga", digunakan untuk menghubungkan dua klausa atau frasa yang menunjukkan penambahan informasi atau peristiwa yang terjadi secara bersamaan maupun berurutan.”

1 arti

Cilik

“Kata sifat yang berarti “kecil” dalam ukuran, dimensi, atau jumlah. Merupakan bentuk informal atau kolokial dari kata baku “kecil” yang umum digunakan dalam bahasa Jawa dan konteks percakapan sehari-hari.”

1 arti

Tembung

“Satuan bahasa terkecil yang bermakna dalam tradisi linguistik Jawa; setara dengan “kata” dalam Bahasa Indonesia. Digunakan untuk merujuk pada unit ujaran atau tulisan yang memiliki arti tersendiri, baik dalam ragam ngoko maupun krama.”

1 arti

Amergi

“Sebuah konjungsi subordinatif dalam bahasa Jawa yang berfungsi untuk menyatakan alasan atau penyebab suatu peristiwa. Kata ini merupakan bentuk krama yang digunakan untuk menunjukkan rasa hormat kepada lawan bicara, setara dengan kata “karena” atau “sebab” dalam bahasa Indonesia.”

1 arti

Lajeng

“Konjungsi dalam bahasa Jawa Krama yang menyatakan urutan tindakan atau peristiwa; bermakna berurutan dan setara dengan “kemudian” atau “lalu” dalam bahasa Indonesia formal. Digunakan untuk menghubungkan dua klausa atau kalimat yang menunjukkan kejadian yang terjadi secara berurutan.”

1 arti

Kolu

“Kemampuan atau kerelaan seseorang untuk “menelan” atau mengonsumsi makanan dan minuman yang biasanya dipengaruhi oleh kondisi fisik atau suasana hati.”

1 arti

Pitutur

“Pesan moral, arahan, atau bimbingan hidup yang disampaikan oleh orang yang lebih tua atau bijaksana kepada pihak lain guna memberikan “pencerahan” perilaku.”

1 arti

Ireng

“Kata sifat dalam bahasa Jawa Ngoko yang berarti hitam, yaitu warna gelap menyerupai warna arang, jelaga, atau kegelapan malam. Digunakan untuk mendeskripsikan warna objek, kulit, rambut, atau benda apapun yang memiliki pigmen paling gelap dalam spektrum warna.”

1 arti

Nggapleki

“Dalam Bahasa Jawa (terutama dialek Jawa Timuran), nggapleki berarti mencela, menghina, atau merendahkan orang lain dengan kata-kata pedas. Biasanya bernuansa mengejek atau mempermalukan.”

2 arti

Piye

“Kata tanya dalam bahasa Jawa tingkat ngoko yang berfungsi untuk menanyakan cara, keadaan, atau pendapat mengenai suatu hal. Kata ini identik dengan kata “bagaimana” dalam bahasa Indonesia dan digunakan khusus kepada orang yang sudah akrab atau berusia lebih muda.”

1 arti
  • 1
  • 9
  • 16