Banjak
“Menunjukkan kuantitas atau jumlah yang besar; melebihi rata-rata atau ekspektasi.”
Mesin waktu ke era kolonial dan awal kemerdekaan. Mengarsip evolusi ejaan lawas Van Ophuijsen hingga Ejaan Soewandi (Republik), serta ragam istilah klasik pra-EYD.
“Menunjukkan kuantitas atau jumlah yang besar; melebihi rata-rata atau ekspektasi.”
“Kata benda yang merujuk pada bagian tumbuhan yang berkembang dari bunga dan mengandung biji, atau digunakan sebagai kata penggolong untuk benda bulat atau berkategori tertentu dalam ejaan Van Ophuijsen.”
“Bentuk ejaan lama untuk kata “gunung”, merujuk pada bagian permukaan bumi yang menjulang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya.”
“Bentuk ejaan lama dari kata uruskan, bermakna menyelesaikan, mengatur, atau menangani suatu urusan hingga tuntas.”
“Telah dipisahkan menjadi beberapa bagian; bentuk kolokial dari terbagi, pada masa tempoe doeloe umumnya ditulis sebagai “terbagei”. (Sinonim Modern: terbagi)”
“Kata sapaan atau gelar kehormatan yang ditujukan kepada laki-laki dewasa, terutama orang Eropa, pejabat kolonial, atau tuan tanah berkedudukan tinggi. Setara dengan “tuan” dalam ejaan modern. Mencerminkan hierarki sosial yang tegas antara penguasa dan rakyat pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda.”
“Biji-bijian atau buah tumbuhan tertentu yang umumnya memiliki kandungan protein tinggi dan terbungkus dalam polong. Kata ini merupakan bentuk ejaan lama untuk menyebut “kacang”.”
“Verba yang berarti mengarahkan telunjuk atau benda panjang ke arah sasaran tertentu guna memberi tanda, perintah, atau penjelasan. Kata ini merupakan bentuk ejaan lama dari tunjuk yang digunakan untuk menyatakan maksud atau menonjolkan sesuatu agar menjadi pusat perhatian.”
“Bentuk ejaan Van Ophuijsen dari kata rupanya, yang berarti kelihatannya atau tampaknya, digunakan untuk menyatakan dugaan, perkiraan, atau kesan berdasarkan penampilan dan situasi yang diamati.”
“Kata tanya yang digunakan untuk menanyakan tempat tujuan seseorang atau sesuatu. Merupakan bentuk penulisan ke mana dalam “Ejaan Van Ophuijsen” yang berlaku sebelum tahun 1947, di mana dua kata tersebut digabung dan ditulis sebagai satu unit ortografis.”
“Kata 'tahoen' dalam konteks 'tempoe doeloe' merujuk pada penggunaan kata 'tahun' dengan ejaan lama yang digunakan pada masa penjajahan Belanda di Indonesia.”
“Pertemuan atau perundingan bersama untuk mencapai mufakat dalam mengambil keputusan mengenai suatu perkara.”
“Varian ortografi historis dari bulan yang merujuk pada satelit alami bumi atau satuan penanggalan selama tiga puluh hari. Bentuk ini umum digunakan dalam teks “tempo doeloe” untuk merepresentasikan benda langit atau penanda waktu kronologis.”
“Bentuk ejaan lama dari kata ganti “padanya”, merujuk kepada seseorang atau sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya; bermakna kepadanya atau darinya.”
“Ejaan lama dari kata bangun, merujuk pada tindakan bangkit dari posisi tidur atau duduk atau beralih dari kondisi tidak aktif menuju kondisi aktif.”
“Menunjukkan kesepakatan, keselarasan, atau persetujuan terhadap suatu usulan atau pendapat. Kata ini menggambarkan keadaan pikiran yang seiring atau sependapat dengan orang lain dalam sebuah keputusan. Digunakan untuk menegaskan bahwa seseorang berada dalam posisi yang sama mengenai suatu perkara.”
“Bentuk ejaan lama melarikan dalam Ejaan Van Ophuijsen, yang berarti membawa pergi seseorang atau sesuatu secara diam-diam, tergesa-gesa, atau dengan paksaan, sering kali tanpa sepengetahuan atau izin pihak yang bersangkutan.”
“Bentuk penulisan lama dari kata anaknya, merujuk pada “anak” yang dimiliki atau berkaitan dengan seseorang yang telah disebutkan sebelumnya dalam kalimat. Kata ini merupakan gabungan dari kata dasar anak dan sufiks kepemilikan -nja yang dalam ejaan Van Ophuijsen digunakan sebagai padanan dari sufiks -nya dalam ejaan modern.”
“Bentuk ejaan lama dan informal dari kata masih, yang berarti tetap berada dalam kondisi atau keadaan yang belum berubah hingga waktu yang dimaksud.”