ibahasa - Living Dictionary

Living Dictionary untuk bahasa gaul, dialek, dan konteks budaya Indonesia. Dikurasi oleh manusia, didukung teknologi.

Platform

  • Trending
  • Leaderboard
  • Kata Acak
  • Contribute
  • Browse A-Z
  • Etalase Ejaan
  • Kata Baku

Legal

  • Tentang Kami
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Tanya Jawab
  • Hubungi Kami
© 2026 ibahasa. Hak cipta dilindungi.
Switch to English
Twitter (X)
ibahasa - Living Dictionary
EN
Jelajahi ibahasa
  • Jelajahi Kata
  • Jelajahi A-Z
  • Kontribusi
  • Etalase Ejaan
  • Kata Baku
  • Klasemen Perkembangan
Koleksi Topik
  • Bahasa JakselMengulas kamus bahasa anak Jak...
  • Slang & GaulKumpulan kosakata gaul sehari-...
  • Tech & StartupGlosarium lengkap istilah star...
  • Gaming & EsportsKamus bahasa gamer sejati. Dar...
  • Internet CultureEnsiklopedia budaya internet I...
  • Bahasa JawaEksplorasi kekayaan dialek Jaw...
  • Bahasa SundaKumaha damang? Menyelami manis...
  • Bahasa BatakHoras! Pelajari ketegasan dan ...
  • Bahasa BetawiBahasa asli ibu kota. Dari 'gu...
  • Baku (Formal)Koleksi kata baku dan resmi Ba...
  • PeribahasaRagam peribahasa dan ungkapan ...
  • General / UmumKumpulan kosakata umum Bahasa ...
  • Budaya / LokalGlosarium istilah budaya, adat...
  • Bahasa Tempo DoeloeBahasa Klasik
  1. Topik
  2. Bahasa Tempo Doeloe
Koleksi Terverifikasi

Bahasa Tempo Doeloe

Mesin waktu ke era kolonial dan awal kemerdekaan. Mengarsip evolusi ejaan lawas Van Ophuijsen hingga Ejaan Soewandi (Republik), serta ragam istilah klasik pra-EYD.

115 kata•Diperbarui berkala

Banjak

“Menunjukkan kuantitas atau jumlah yang besar; melebihi rata-rata atau ekspektasi.”

1 arti

Boeah

“Kata benda yang merujuk pada bagian tumbuhan yang berkembang dari bunga dan mengandung biji, atau digunakan sebagai kata penggolong untuk benda bulat atau berkategori tertentu dalam ejaan Van Ophuijsen.”

1 arti

Goenoeng

“Bentuk ejaan lama untuk kata “gunung”, merujuk pada bagian permukaan bumi yang menjulang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya.”

1 arti

Oeroesken

“Bentuk ejaan lama dari kata uruskan, bermakna menyelesaikan, mengatur, atau menangani suatu urusan hingga tuntas.”

1 arti

Terbagei

“Telah dipisahkan menjadi beberapa bagian; bentuk kolokial dari terbagi, pada masa tempoe doeloe umumnya ditulis sebagai “terbagei”. (Sinonim Modern: terbagi)”

1 arti

Toean

“Kata sapaan atau gelar kehormatan yang ditujukan kepada laki-laki dewasa, terutama orang Eropa, pejabat kolonial, atau tuan tanah berkedudukan tinggi. Setara dengan “tuan” dalam ejaan modern. Mencerminkan hierarki sosial yang tegas antara penguasa dan rakyat pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda.”

1 arti

Katjang

“Biji-bijian atau buah tumbuhan tertentu yang umumnya memiliki kandungan protein tinggi dan terbungkus dalam polong. Kata ini merupakan bentuk ejaan lama untuk menyebut “kacang”.”

1 arti

Toendjoek

“Verba yang berarti mengarahkan telunjuk atau benda panjang ke arah sasaran tertentu guna memberi tanda, perintah, atau penjelasan. Kata ini merupakan bentuk ejaan lama dari tunjuk yang digunakan untuk menyatakan maksud atau menonjolkan sesuatu agar menjadi pusat perhatian.”

1 arti

Roepanja

“Bentuk ejaan Van Ophuijsen dari kata rupanya, yang berarti kelihatannya atau tampaknya, digunakan untuk menyatakan dugaan, perkiraan, atau kesan berdasarkan penampilan dan situasi yang diamati.”

1 arti

Kamana

“Kata tanya yang digunakan untuk menanyakan tempat tujuan seseorang atau sesuatu. Merupakan bentuk penulisan ke mana dalam “Ejaan Van Ophuijsen” yang berlaku sebelum tahun 1947, di mana dua kata tersebut digabung dan ditulis sebagai satu unit ortografis.”

1 arti

Tahoen

“Kata 'tahoen' dalam konteks 'tempoe doeloe' merujuk pada penggunaan kata 'tahun' dengan ejaan lama yang digunakan pada masa penjajahan Belanda di Indonesia.”

1 arti

Moesjawarah

“Pertemuan atau perundingan bersama untuk mencapai mufakat dalam mengambil keputusan mengenai suatu perkara.”

1 arti

Boelan

“Varian ortografi historis dari bulan yang merujuk pada satelit alami bumi atau satuan penanggalan selama tiga puluh hari. Bentuk ini umum digunakan dalam teks “tempo doeloe” untuk merepresentasikan benda langit atau penanda waktu kronologis.”

1 arti

Padanja

“Bentuk ejaan lama dari kata ganti “padanya”, merujuk kepada seseorang atau sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya; bermakna kepadanya atau darinya.”

1 arti

Bangoen

“Ejaan lama dari kata bangun, merujuk pada tindakan bangkit dari posisi tidur atau duduk atau beralih dari kondisi tidak aktif menuju kondisi aktif.”

1 arti

Setoedjoe

“Menunjukkan kesepakatan, keselarasan, atau persetujuan terhadap suatu usulan atau pendapat. Kata ini menggambarkan keadaan pikiran yang seiring atau sependapat dengan orang lain dalam sebuah keputusan. Digunakan untuk menegaskan bahwa seseorang berada dalam posisi yang sama mengenai suatu perkara.”

1 arti

Melariken

“Bentuk ejaan lama melarikan dalam Ejaan Van Ophuijsen, yang berarti membawa pergi seseorang atau sesuatu secara diam-diam, tergesa-gesa, atau dengan paksaan, sering kali tanpa sepengetahuan atau izin pihak yang bersangkutan.”

1 arti

Anaknja

“Bentuk penulisan lama dari kata anaknya, merujuk pada “anak” yang dimiliki atau berkaitan dengan seseorang yang telah disebutkan sebelumnya dalam kalimat. Kata ini merupakan gabungan dari kata dasar anak dan sufiks kepemilikan -nja yang dalam ejaan Van Ophuijsen digunakan sebagai padanan dari sufiks -nya dalam ejaan modern.”

1 arti

Masi

“Bentuk ejaan lama dan informal dari kata masih, yang berarti tetap berada dalam kondisi atau keadaan yang belum berubah hingga waktu yang dimaksud.”

1 arti
  • 1
  • 3
  • 4
  • 5