Astrofisika
“Cabang ilmu astronomi yang menerapkan prinsip dan metodologi “fisika” untuk menganalisis sifat fisik, komposisi kimia, serta proses evolusi benda-benda langit dan fenomena yang terjadi di seluruh alam semesta.”
Pusat rujukan utama bahasa gaul, kultur internet, dan dialek daerah. Temukan ragam kata yang mendefinisikan identitas Indonesia hari ini.
Menampilkan 24 entri
“Cabang ilmu astronomi yang menerapkan prinsip dan metodologi “fisika” untuk menganalisis sifat fisik, komposisi kimia, serta proses evolusi benda-benda langit dan fenomena yang terjadi di seluruh alam semesta.”
“Cabang ilmu geofisika yang mempelajari fenomena “gempa bumi” dan perambatan getaran seismik di dalam bumi secara sistematis. Disiplin ini mencakup analisis mekanisme sumber gempa, struktur internal bumi, serta upaya pemantauan dan mitigasi risiko bencana alam yang ditimbulkan oleh aktivitas tektonik tersebut.”
“Cabang ilmu geologi yang mempelajari susunan, keterdapatan, dan hubungan antar-lapisan batuan di kerak bumi. Bidang ini berfokus pada analisis urutan kronologis “sedimen” atau “batuan” untuk memahami sejarah pembentukan lingkungan fisik bumi secara sistematis dan ilmiah.”
“Cabang ilmu biologi dan geologi yang mempelajari sejarah kehidupan di Bumi melalui analisis “fosil”. Bidang ini mengkaji struktur, perkembangan, serta hubungan antarorganisme purba untuk memahami evolusi flora dan fauna masa lampau secara sistematis dan ilmiah.”
“Cabang ilmu biologi yang mempelajari pola “distribusi” makhluk hidup serta fenomena yang memengaruhi pola tersebut dalam “ruang” dan waktu.”
“Cabang ilmu geologi yang mempelajari “komposisi kimia” bumi serta proses-proses kimia yang terjadi di dalam kerak maupun interior planet.”
“Cabang “biologi” yang mempelajari “fungsi” serta mekanisme kerja sistem kehidupan dan bagian-bagian organisme.”
“Cabang “biologi” yang mempelajari bentuk dan struktur luar dari suatu organisme atau bagian tubuhnya.”
“Ilmu tentang klasifikasi, terutama organisme biologis, ke dalam kelompok-kelompok hierarkis berdasarkan karakteristik dan hubungan evolusioner.”
“Proses sistematis untuk mengkonfirmasi, membuktikan, atau memvalidasi kebenaran, akurasi, dan keabsahan suatu informasi, dokumen, identitas, atau klaim melalui pemeriksaan yang terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan.”
“Proses “penggandaan” atau pembuatan salinan data secara akurat dalam sistem komputasi untuk memastikan ketersediaan serta integritas informasi.”
“Kondisi atau keadaan seseorang yang “terkena” lemparan objek secara tidak sengaja atau tanpa disengaja.”
“Kata penegas dalam bahasa Jawa yang berfungsi sebagai penguat pernyataan, bermakna “pokoknya” atau “sungguh”, digunakan untuk menegaskan bahwa suatu keadaan atau peristiwa benar-benar terjadi atau sudah pasti adanya.”
“Tradisi budaya masyarakat Jawa yang dirayakan pada hari ketujuh setelah Hari Raya Idul Fitri, dikenal juga sebagai “Lebaran Ketupat”, ditandai dengan acara silaturahmi, saling memaafkan, dan penyajian ketupat sebagai hidangan khas.”
“Jang/djang adalah variasi ortografi historis dari 'yang' (pronomina relatif) yang digunakan dalam sistem penulisan Hindia Belanda (terutama ejaan van Ophuijsen, abad ke-19 hingga awal abad ke-20)..”
“Keadaan kaki atau anggota tubuh yang “terbelit” atau tersangkut oleh sesuatu, seperti kain atau tali, sehingga menghambat pergerakan.”
“Keadaan “terburu-buru” atau tergesa-gesa dalam melakukan suatu tindakan sehingga kurang memperhatikan ketelitian.”
“Kondisi yang terlalu lama atau melampaui batas waktu yang dianggap wajar, sehingga menimbulkan rasa tidak sabar atau ketidaknyamanan. Kata ini merupakan bentuk “intensifikasi” dari kata dasar suwe dalam bahasa Jawa yang berarti lama.”
“Kata kerja dalam bahasa Jawa yang berarti memanggil seseorang, baik secara langsung maupun dari jarak tertentu. Bentuk pasifnya diceluk berarti “dipanggil” oleh orang lain.”
“Konjungsi konsesif dalam dialek Jawa Timur yang bermakna "meskipun" atau “walaupun”, digunakan untuk menghubungkan dua klausa yang saling bertentangan, di mana klausa pertama menyatakan kondisi atau fakta yang tidak menghalangi terjadinya kondisi pada klausa kedua.”
“Keadaan diam atau terdiam karena rasa takut, gugup, atau tidak berani merespons situasi tertentu.”
“Kata demonstratif dalam bahasa Jawa Ngoko yang bermakna "itu", digunakan untuk merujuk pada benda, orang, atau situasi yang berada di luar jangkauan langsung pembicara atau yang telah disebutkan sebelumnya dalam percakapan.”
“Proses penyatuan atau penggabungan berbagai unsur, sistem, kelompok, atau entitas yang berbeda menjadi satu kesatuan yang utuh dan fungsional. Dalam konteks kebijakan publik dan organisasi, “integrasi” merujuk pada upaya terkoordinasi untuk menyatukan komponen-komponen yang sebelumnya terpisah agar berjalan secara sinergis.”
“Kata sifat dalam bahasa Jawa yang bermakna dingin, merujuk pada suhu rendah yang dirasakan pada udara, air, benda, atau lingkungan sekitar. Kata ini merupakan kosakata umum dalam ragam bahasa Jawa ngoko dan digunakan secara luas di sebagian besar wilayah Jawa, meskipun di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya lebih lazim digunakan kata “adem” untuk menyatakan makna yang sama.”