Jaim
“Bersikap dibuat-buat atau tidak natural di depan orang lain untuk mempertahankan “citra” atau “kesan” tertentu, seringkali untuk terlihat baik atau cool.”
Temukan kekayaan kosakata Indonesia, mulai dari bahasa gaul Jakarta hingga dialek daerah yang berumur ratusan tahun, disusun secara alfabetis untuk memudahkan Anda.
“Bersikap dibuat-buat atau tidak natural di depan orang lain untuk mempertahankan “citra” atau “kesan” tertentu, seringkali untuk terlihat baik atau cool.”
“Kata penghubung penjelas yang berfungsi memperkenalkan atau merinci sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya; merupakan varian ejaan arkaik dari yaitu dalam sistem Ejaan Van Ophuijsen, di mana fonem /y/ ditulis sebagai huruf 'j'. Sinonim dengan kata “yakni” dalam penggunaannya sebagai konjungsi penegas. (Sinonim Modern: yaitu)”
“Sebuah kata penghubung atau konjungsi kausalitas yang berfungsi untuk menunjukkan alasan, penyebab, atau titik awal terjadinya suatu peristiwa. Kata ini secara langsung menghubungkan situasi akibat dengan sumber pemicunya, bermakna serupa dengan “karena” atau “sebab”.”
“Kata penegas dalam bahasa Jawa yang berfungsi sebagai penguat pernyataan, bermakna “pokoknya” atau “sungguh”, digunakan untuk menegaskan bahwa suatu keadaan atau peristiwa benar-benar terjadi atau sudah pasti adanya.”
“Jang/djang adalah variasi ortografi historis dari 'yang' (pronomina relatif) yang digunakan dalam sistem penulisan Hindia Belanda (terutama ejaan van Ophuijsen, abad ke-19 hingga awal abad ke-20)..”
“Wadah air atau “bak” permanen yang terletak di dalam kamar mandi atau tempat wudu untuk menampung air dalam volume besar.”
“Istilah untuk lubang atau cekungan di permukaan tanah atau jalan yang disebabkan oleh erosi, kerusakan, atau faktor alam lainnya. Istilah ini sering kali merujuk pada kondisi jalan yang rusak dan berpotensi membahayakan.”
“Bentuk prokem dari kata pinjam, yang berarti meminta sesuatu untuk digunakan sementara waktu dengan kesepakatan untuk dikembalikan. Kata ini merupakan hasil “pembalikan suku kata” yang menjadi ciri khas bahasa prokem Jakarta era 1980-an.”
“Kata dalam “bahasa prokem” era 1980-an yang merupakan bentuk sandi dari kata jalan, dibentuk melalui sistem pengkodean khas prokem dengan menyisipkan suku kata tertentu di antara konsonan dan vokal kata asal.”
““Jos gandos” adalah ungkapan slang Jawa (sangat populer di Jawa Timur, juga dipahami luas di Jawa Tengah) yang berarti sangat mantap, luar biasa, top banget.”
“Adjektiva slang yang menyatakan kualitas luar biasa. Hebat. Atau impresif. Merupakan bentuk penekanan intensif dari akar kata jos untuk menggambarkan sesuatu yang sangat memuaskan secara visual atau performa. Digunakan untuk menegaskan kekaguman yang bersifat spontan dan modern.”
“Sifat keras kepala, bandel, atau tidak mau menurut nasihat; sering digunakan dalam konteks Batak Toba untuk menggambarkan perilaku yang sulit diatur atau nakal.”
“Ungkapan informal yang digunakan untuk menegaskan kejujuran atau ketulusan pernyataan seseorang dalam percakapan sehari-hari. Merupakan variasi modern dari kata 'jujur' yang dimodifikasi dengan akhiran '-ly' untuk memberikan penekanan tambahan pada maksud pembicaraan.”
“Jadoel adalah istilah dalam bahasa Melayu kolonial yang merujuk pada sesuatu yang ketinggalan zaman, usang, atau dari masa lalu yang sudah tidak relevan lagi.”
“Istilah slang yang merujuk pada orang-orang kelas menengah ke atas yang tinggal atau berasal dari daerah Jakarta Selatan, yang identik dengan gaya hidup mewah, trendi, dan berkelas”
“Akronim dari 'jalur pribadi', merujuk pada komunikasi pesan secara personal atau privat melalui media digital, bukan di ruang publik atau grup.”
“Sikap sinis atau iri yang diekspresikan lewat komentar pedas.”