Kultivar
“Kelompok tanaman yang telah dipilih dan dibudidayakan untuk memiliki karakteristik tertentu yang bersifat unik, stabil, serta seragam, yang tetap dipertahankan melalui metode perbanyakan tertentu.”
Pusat rujukan utama bahasa gaul, kultur internet, dan dialek daerah. Temukan ragam kata yang mendefinisikan identitas Indonesia hari ini.
Menampilkan 24 entri
“Kelompok tanaman yang telah dipilih dan dibudidayakan untuk memiliki karakteristik tertentu yang bersifat unik, stabil, serta seragam, yang tetap dipertahankan melalui metode perbanyakan tertentu.”
“Cabang ilmu pertanian yang berfokus pada teori dan praktik “produksi tanaman” serta pengelolaan lahan secara ilmiah.”
“Ejaan lama dari kata tolong, yang berarti meminta atau memberikan bantuan kepada orang lain; Digunakan dalam konteks pertolongan atau permohonan dalam teks-teks era kolonial Hindia Belanda.”
“Elektromagnetisme adalah cabang fisik yang mempelajari interaksi antara medan listrik dan medan magnet sebagai fenomena tunggal yang saling berkaitan. Bidang ini mencakup studi tentang muatan listrik, arus, dan radiasi elektromagnetik yang menjadi dasar bagi hukum-hukum fundamental alam semesta.”
“Ungkapan yang berfungsi sebagai “perumpamaan” untuk menyatakan keserupaan antara dua hal atau kondisi, setara dengan makna “seperti halnya” atau “ibaratnya”.”
“Kata “negasi” yang digunakan dalam bahasa Jawa untuk menyangkal nomina, frasa nominal, atau predikat yang bersifat nominal.”
“Preposisi dalam bahasa Jawa yang berfungsi menunjukkan titik asal, sumber, atau perpindahan dari satu lokasi ke lokasi lain. Kata ini merupakan variasi dari bentuk dasar saka yang secara spesifik menandakan hubungan ruang atau waktu yang berarti “dari” dalam konteks formal maupun informal.”
“Partikel “sudah” dalam bahasa Jawa yang merupakan bentuk krama (halus) dari “wis” dalam dialek Jawa, menandakan selesainya suatu tindakan atau peristiwa.”
“Kata keterangan yang menunjukkan kondisi hampir terjadi atau mendekati suatu keadaan, biasanya digunakan dalam konteks percakapan informal”
“Kata keterangan waktu dalam bahasa Jawa Ngoko yang berarti belum, yaitu menyatakan bahwa suatu tindakan atau keadaan yang diharapkan terjadi sampai saat ini masih “belum” terlaksana atau tercapai.”
“Bentuk krama dari kata tau dalam bahasa Jawa, yang bermakna “pernah”, yaitu menyatakan bahwa suatu peristiwa atau tindakan telah terjadi setidaknya satu kali di masa lampau.”
“Keadaan terlepas, tidak terikat, atau tidak melekat pada sesuatu. Kata ini merujuk pada kondisi di mana sesuatu atau seseorang telah “bebas” dari ikatan, keterikatan, atau hubungan tertentu.”
“Kata “pitakon” dalam bahasa Jawa merujuk pada “pertanyaan” atau proses bertanya dengan nuansa halus dan sopan dalam komunikasi antarwarga Jawa.”
“Kata keterangan waktu yang berarti “masih”, mengindikasikan suatu kondisi atau keadaan yang “berlanjut” atau “belum berakhir”. Merupakan bentuk informal dan dialektal dari bahasa Indonesia baku masih.”
“Kata sifat yang berarti “kecil” dalam ukuran, dimensi, atau jumlah. Merupakan bentuk informal atau kolokial dari kata baku “kecil” yang umum digunakan dalam bahasa Jawa dan konteks percakapan sehari-hari.”
“Kata dalam dialek Jawa Timuran yang bermakna 'mau' atau 'ingin', digunakan sebagai penanda keinginan atau kehendak seseorang terhadap suatu tindakan atau keadaan.”
“Bentuk krama inggil dalam bahasa Jawa yang berarti kembali ke tempat asal atau pergi ke rumah, digunakan khusus untuk menghormati orang yang lebih tua atau memiliki kedudukan lebih tinggi. Kata ini merupakan padanan halus dari kata mulih (ngoko) dan “pulang” dalam bahasa Indonesia.”
“Kondisi “waktu” menjelang malam ketika matahari hampir terbenam di ufuk barat, menandai berakhirnya siang dan menjelang malam.”
“Tindakan memperlihatkan atau menghadirkan sesuatu secara visual maupun abstrak untuk diketahui oleh orang lain. Kata ini merupakan varian verba dalam bahasa Jawa yang berfungsi untuk “menunjukkan” suatu bukti, ciri, atau keberadaan sesuatu.”
“Memiliki kondisi fisik atau mental yang “kokoh” dan tidak mudah goyah. Kata ini merujuk pada ketahanan atau kekuatan yang bersifat substansial.”
“Membawa atau mengangkut sesuatu dari satu tempat ke tempat lain. Kata kerja aktif ini merujuk pada aktivitas memindahkan objek dengan cara memegangnya atau menjunjungnya agar berpindah posisi bersama subjek pelaku.”
“Adverbia yang digunakan untuk menunjukkan cara, keadaan, atau metode dalam melakukan suatu tindakan. Berfungsi sebagai kata penghubung yang berarti “dengan” atau “secara” dalam tingkatan bahasa Jawa halus untuk memperjelas bagaimana suatu proses berlangsung atau sifat dari suatu aktivitas.”
“Sifat seseorang yang banyak bicara, suka mengomel, atau cerewet secara berlebihan. Kata ini digunakan untuk menggambarkan perilaku “cerewet” yang cenderung menjengkelkan atau tidak bisa diam.”
“Melakukan suatu tindakan untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu, merupakan bentuk verba yang menyatakan proses “membuat” dalam konteks bahasa Jawa informal.”