Abang
“Panggilan kepada laki-laki yang lebih tua atau sebaya dalam masyarakat Betawi, memiliki makna kehormatan dan keakraban.”
Temukan kekayaan kosakata Indonesia, mulai dari bahasa gaul Jakarta hingga dialek daerah yang berumur ratusan tahun, disusun secara alfabetis untuk memudahkan Anda.
“Panggilan kepada laki-laki yang lebih tua atau sebaya dalam masyarakat Betawi, memiliki makna kehormatan dan keakraban.”
“Penyimpangan atau gangguan dalam pembentukan bayangan oleh sistem optik yang mengakibatkan ketidaktajaman atau “distorsi” warna. Istilah ini juga merujuk pada penyimpangan dari keadaan normal atau dari standar yang berlaku.”
“Cacat optik pada sistem lensa di mana cahaya dengan panjang gelombang berbeda dibiaskan pada sudut yang tidak sama, sehingga menghasilkan lingkaran atau halo berwarna di sekitar tepi objek; Dikenal awam sebagai efek pelangi palsu pada foto atau gambar optik. (Sinonim: aberasi warna, cacat kromatik, dispersi lensa)”
“Kegagalan optik yang terjadi ketika cahaya yang melewati tepi lensa tidak terfokus pada titik yang sama dengan cahaya yang melewati pusat lensa, sehingga menghasilkan gambar yang “kabur”.”
“Kumpulan nanah yang terlokalisasi dalam rongga jaringan tubuh akibat proses infeksi atau peradangan. Kondisi ini ditandai dengan pembengkakan yang mengandung cairan eksudat dan merupakan respon pertahanan tubuh untuk mengisolasi material patogen agar tidak menyebar ke area sekitarnya.”
“Ringkasan padat yang memuat intisari atau pokok pikiran utama dari suatu dokumen, karya tulis ilmiah, atau penelitian. Bagian ini berfungsi untuk memberikan “gambaran menyeluruh” mengenai tujuan, metode, serta hasil akhir tanpa menyertakan perincian teknis yang mendalam.”
“Kata seru yang digunakan untuk memperkenalkan koreksi atau klarifikasi terhadap asumsi yang keliru, dengan nada yang tenang dan tidak konfrontatif. Berfungsi sebagai “penanda kontras” yang memisahkan persepsi umum dari kenyataan sebenarnya, sering kali mendahului pernyataan yang lebih substantif atau jujur.”
“Proses “penyesuaian diri” terhadap kondisi lingkungan baru atau perubahan yang terjadi pada organisme, kelompok, atau sistem, untuk mempertahankan keberlangsungan hidup atau fungsinya. Ini melibatkan modifikasi perilaku atau struktur agar dapat berinteraksi secara efektif dengan “lingkungan” yang berubah.”
“Sebuah tumor jinak yang berasal dari jaringan epitel dan berkembang secara spesifik dalam struktur “kelenjar”. Pertumbuhan ini umumnya tidak bersifat kanker, namun dapat memengaruhi fungsi hormonal atau menekan organ di sekitarnya tergantung pada lokasi anatomisnya.”
“Keadaan ketergantungan secara fisik atau psikologis terhadap suatu zat atau aktivitas tertentu yang dilakukan secara berulang. Kondisi ini dikategorikan sebagai “gangguan” kronis pada sistem otak yang memengaruhi fungsi kognitif dan perilaku.”
“Kelas kata yang berfungsi untuk menerangkan atau mengubah makna “nomina” atau “pronomina” agar menjadi lebih spesifik. Kata ini memberikan keterangan mengenai sifat, keadaan, watak, atau kualitas dari suatu benda atau orang.”
“Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal untuk memacu peningkatan denyut jantung dan tekanan darah dalam situasi “stres” atau bahaya.”
“Kata yang memberikan keterangan pada verba, adjektiva, nomina predikatif, atau kalimat secara keseluruhan untuk memperjelas makna “keterangan”.”
“Seseorang yang berprofesi memberikan “jasa hukum”, baik di dalam maupun di luar pengadilan, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.”
“Pakaian atau busana yang dikenakan oleh seseorang, biasanya merujuk pada pakaian yang memiliki nilai estetika, budaya, atau status sosial tertentu dalam tradisi masyarakat Jawa.”
“Istilah slang yang merujuk pada siswa atau status “kelas tiga” di jenjang pendidikan SMP maupun SMA; setara dengan ungkapan populer tingkat akhir di kalangan pelajar.”
“Unit ekologi binaan manusia yang berasal dari modifikasi ekosistem alami untuk kegiatan pertanian. Sistem ini mencakup interaksi antara komponen biotik dan abiotik dalam satu bentang lahan yang dikelola secara sengaja guna menghasilkan pangan, serat, atau produk hayati lainnya bagi kebutuhan manusia.”
“Cabang ilmu pertanian yang berfokus pada teori dan praktik “produksi tanaman” serta pengelolaan lahan secara ilmiah.”
“Kata ganti orang pertama tunggal atau “saya” yang sering digunakan dalam situasi informal. Ungkapan ini merepresentasikan diri pembicara dan umumnya dipakai dalam percakapan sehari-hari di kalangan tertentu. Ungkapan ini menunjukkan penunjukan langsung terhadap subjek yang berbicara.”
“Kata serapan tidak baku yang merupakan varian dari kata “ayah”, merujuk pada “orang tua laki-laki”. Digunakan dalam konteks informal atau percakapan sehari-hari. (Sinonim Modern: ayah)”
“Pernyataan yang diterima sebagai kebenaran tanpa memerlukan pembuktian, berfungsi sebagai dasar dalam pengembangan teori atau argumen logis. Istilah ini sering digunakan dalam konteks matematika, filsafat, dan logika formal.”
“Bersifat berlebihan, norak, atau tidak memiliki selera yang baik dalam penampilan maupun gaya hidup; sinonim populer: “norak”, “kampungan”. Istilah ini umumnya digunakan sebagai ejekan terhadap seseorang yang dianggap terlalu lebay dalam bergaya, terutama di kalangan remaja.”
“Besaran yang menunjukkan rasio atau perbandingan antara cahaya yang dipantulkan oleh suatu permukaan benda langit terhadap total cahaya yang mengenainya. Nilai ini biasanya dinyatakan dalam rentang angka 0 hingga 1 untuk mengukur tingkat “refleksi” elektromagnetik.”
“Keadaan hipersensitivitas tubuh terhadap substansi tertentu yang dipicu oleh respon “sistem imun” secara berlebihan.”
“Publikasi tahunan yang memuat data astronomi, tabel waktu terbit dan terbenam benda langit, serta informasi navigasi dan “kalender” yang disusun secara sistematis.”
“Jarak vertikal atau “sudut” sebuah benda langit di atas cakrawala pengamat yang diukur dalam satuan derajat. Istilah ini merujuk pada posisi relatif objek astronomi terhadap garis “horizon” lokal.”
“Mengalami proses kehilangan kesegaran, kekencangan, atau kekuatan, seringkali berkaitan dengan tumbuhan yang kekurangan air atau sesuatu yang kehilangan semangat dan vitalitas.”
“Wilayah atau daerah lain yang berada di luar lingkungan Surakarta (Solo) sebagai pusat kebudayaan Jawa; merujuk pada tanah perantauan atau negeri asing yang jauh dari pusat peradaban Jawa. Sinonim umum: “luar daerah”, “tanah rantau”.”
“Sebuah kata hubung atau partikel konjungsi yang berfungsi untuk menjelaskan alasan, landasan, atau motif di balik suatu peristiwa. Kata ini menghubungkan klausa akibat dengan klausa penyebab untuk menunjukkan hubungan kausalitas yang bermakna “karena” atau “sebab”.”
“Memiliki perasaan, sikap, atau pikiran yang bertentangan secara simultan terhadap suatu subjek atau situasi. Kondisi ini ditandai dengan kehadiran dua nilai atau dorongan yang berlawanan dan saling tarik-menarik sehingga menghasilkan keraguan atau ketidakpastian dalam pengambilan keputusan.”
“Sebuah konjungsi subordinatif dalam bahasa Jawa yang berfungsi untuk menyatakan alasan atau penyebab suatu peristiwa. Kata ini merupakan bentuk krama yang digunakan untuk menunjukkan rasa hormat kepada lawan bicara, setara dengan kata “karena” atau “sebab” dalam bahasa Indonesia.”
“Prosedur “akuntansi” yang mengurangi nilai biaya perolehan aset secara sistematis dan berangsur-angsur melalui pembebanan berkala selama masa manfaat aset tersebut.”
“Tindakan pembedahan untuk membuang sebagian atau seluruh anggota gerak atau bagian tubuh tertentu. Prosedur ini dilakukan sebagai langkah medis darurat atau terencana untuk mencegah penyebaran penyakit dan menyelamatkan nyawa pasien.”
“Istilah metaforis bagi individu yang memiliki kecenderungan gaya hidup “kontemplatif” dengan kegemaran pada kopi, musik indie, puisi, serta suasana matahari terbenam.”
“Bentuk penulisan lama dari kata anaknya, merujuk pada “anak” yang dimiliki atau berkaitan dengan seseorang yang telah disebutkan sebelumnya dalam kalimat. Kata ini merupakan gabungan dari kata dasar anak dan sufiks kepemilikan -nja yang dalam ejaan Van Ophuijsen digunakan sebagai padanan dari sufiks -nya dalam ejaan modern.”
“Penyelidikan terhadap suatu peristiwa atau karangan untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya melalui proses “penguraian” komponen pendukungnya.”
“Ilmu yang mempelajari “struktur” dan “organisasi” tubuh makhluk hidup, termasuk letak dan hubungan bagian-bagiannya.”
“Istilah dari Jawa yang merupakan suatu sikap rendah hati, sopan santun, dan tidak sombong meskipun memiliki kedudukan atau kelebihan dibanding orang lain. Dalam praktiknya, sifat ini terkadang terwujud lewat pemilihan tingkat tutur (krama inggil).”
“Andhap berarti rendah atau bawah dalam bahasa Jawa, digunakan untuk merujuk pada posisi fisik yang rendah maupun sikap merendahkan diri secara sosial dan kultural.”
“Kata kerja dalam bahasa Jawa yang berarti memiliki, menguasai, atau mempunyai sesuatu, baik benda maupun hal yang bersifat abstrak. Merupakan bentuk aktif dari konsep kepemilikan dalam register “ngoko halus” Jawa.”
“Kondisi medis yang ditandai dengan rendahnya kadar “hemoglobin” atau sel darah merah dalam tubuh manusia yang mengakibatkan berkurangnya kapasitas pengangkutan oksigen.”
“Karangan, tulisan, atau hasil cipta seseorang; berasal dari tradisi sastra Jawa dan merujuk pada sebuah karya tulis yang disusun atau dikarang, setara dengan kata umum “karangan” atau “tulisan” dalam bahasa Indonesia sehari-hari.”
“Penyimpangan dari pola, aturan, atau kondisi yang dianggap “normal” atau lazim. Merujuk pada suatu kejadian, fenomena, atau data yang tidak sesuai dengan ekspektasi, teori, atau standar yang berlaku dalam suatu sistem atau bidang ilmu tertentu.”
“Zat kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme atau dibuat secara sintetis yang memiliki khasiat untuk melumpuhkan atau mematikan mikroorganisme lain, khususnya “bakteri”.”
“Protein plasma yang dihasilkan oleh sistem imunitas tubuh sebagai respons terhadap keberadaan “antigen” atau zat asing. Protein ini berfungsi untuk menetralisir atau menghancurkan patogen seperti bakteri dan virus.”
“Senyawa kimia yang berfungsi menghambat atau mencegah proses oksidasi dalam tubuh dengan cara menetralisir radikal bebas. Zat ini bekerja mendonorkan elektron kepada molekul tidak stabil guna melindungi sel-sel hidup dari kerusakan oksidatif yang dapat memicu berbagai penyakit kronis.”
“Gagasan, konsep, atau posisi yang merupakan lawan langsung atau kontradiksi mutlak dari suatu pernyataan tesis. Dalam konteks formal, istilah ini merujuk pada pembanding yang digunakan untuk menonjolkan perbedaan ekstrem melalui pertentangan gagasan yang saling meniadakan.”
“Keadaan suhu benda atau makanan yang telah kehilangan panas sehingga menjadi “dingin” atau tidak segar lagi, atau merujuk pada suasana yang “hambar” dan tidak meriah.”
“Titik dalam orbit sebuah benda langit, seperti planet atau komet, yang berada pada jarak “terjauh” dari Matahari.”
“Sikap atau kondisi yang tidak terlibat dan tidak berpihak dalam urusan politik; bersifat netral terhadap segala bentuk kegiatan atau ideologi politik.”
“Tempat dilakukannya praktik kefarmasian oleh apoteker untuk menyalurkan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Istilah ini merujuk pada sarana “pelayanan kesehatan” resmi yang beroperasi berdasarkan izin pemerintah.”
“Tindakan yang dilakukan secara “sewenang-wenang” atau berdasarkan keinginan pribadi tanpa mempertimbangkan aturan atau prosedur yang berlaku.”
“Ilmu dan seni yang mencakup proses perencanaan, perancangan, dan konstruksi bangunan atau struktur fisik lainnya secara “fungsional” dan “estetis”.”
“Perilaku berbicara atau berkomentar tanpa dasar pengetahuan, fakta, atau pemikiran yang memadai, semata-mata demi menghasilkan suara atau respons tanpa substansi. Berasal dari akronim asal bunyi, merujuk pada seseorang yang berbicara asal-asalan tanpa mempertimbangkan kebenaran atau relevansi isi ucapannya.”
“Sistem koordinat astronomi yang menunjukkan posisi sebuah benda langit pada bola langit, diukur ke arah timur dari “titik vernal” sepanjang ekuator langit, biasanya dinyatakan dalam satuan jam, menit, dan detik.”
“Individu yang menggunakan atau menjadi “peserta” aktif dalam program “Keluarga Berencana” (KB).”
“Proses penyesuaian dan penggabungan unsur budaya, bahasa, atau identitas sehingga mencapai keserupaan atau keharmonisan; dalam konteks formal istilah ini merujuk pada mekanisme sosial, linguistik, atau kebijakan yang mendorong integrasi antar kelompok. Padanan untuk orang umum: “penyesuaian”, “integrasi”, “penggabungan”, “pencampuran”. (Asal istilah: assimilatio.)”
“Benda langit berukuran kecil yang tersusun dari batuan dan logam, mengorbit Matahari dalam lintasan tertentu, terutama ditemukan di wilayah “sabuk asteroid” antara planet Mars dan Yupiter.”
“Cabang ilmu astronomi yang menerapkan prinsip dan metodologi “fisika” untuk menganalisis sifat fisik, komposisi kimia, serta proses evolusi benda-benda langit dan fenomena yang terjadi di seluruh alam semesta.”
“Ilmu atau sistem kepercayaan yang mempelajari hubungan antara posisi dan pergerakan benda langit dengan nasib atau karakter manusia. Cabang pengetahuan ini sering digunakan untuk melakukan “ramalan” berdasarkan data astronomis.”
“Cabang astronomi yang berfokus pada pengukuran presisi posisi, jarak, dan pergerakan objek langit. Bidang ini menyediakan kerangka kerja geometris untuk memetakan benda-benda angkasa serta menentukan orbit melalui data observasi yang kaku.”
“Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang “benda langit” dan fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi.”
“Individu yang terlatih untuk melakukan perjalanan dan menjalankan misi di “luar angkasa” menggunakan wahana antariksa.”
“Kata umpatan kasar dalam bahasa Jawa yang secara harfiah berarti anjing, namun digunakan sebagai ekspresi kemarahan, kekesalan, atau kejengkelan yang kuat. Kata ini termasuk dalam register “ngoko kasar” dan umumnya diucapkan sebagai seruan spontan.”
“Sebuah “dugaan” atau landasan berpikir yang diterima sebagai dasar penalaran karena dianggap benar meskipun belum tentu terbukti secara empiris.”
“Kata sifat dalam bahasa Jawa yang bermakna dingin, merujuk pada suhu rendah yang dirasakan pada udara, air, benda, atau lingkungan sekitar. Kata ini merupakan kosakata umum dalam ragam bahasa Jawa ngoko dan digunakan secara luas di sebagian besar wilayah Jawa, meskipun di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya lebih lazim digunakan kata “adem” untuk menyatakan makna yang sama.”
“Berfungsi sebagai penjelas nomina, memberikan keterangan atau “sifat” pada suatu benda atau konsep.”
“Ekspresi ketidakpedulian atau sikap acuh tak acuh terhadap suatu hal; digunakan untuk menyatakan bahwa pembicara tidak ingin terlibat atau tidak peduli dengan urusan tertentu. Setara dengan ungkapan “masa bodoh” dalam ragam formal.”
“Ungkapan slang yang menyatakan ketidaktahuan atau ketidakpedulian terhadap sesuatu; ekspresi untuk menunjukkan bahwa seseorang tidak mengerti atau tidak peduli dengan suatu hal.”
“Sebuah “karya tulis” naratif yang berisi riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh tokoh itu sendiri.”
“Sistem pemerintahan di mana “kekuasaan mutlak” terpusat pada satu individu tanpa mekanisme pembatasan atau pengawasan dari pihak lain. (Sinonim: diktator, tiran, otokrat)”
“Konjungsi dalam basa Jawa Krama yang berfungsi ganda: (1) menyatakan hubungan sebab-akibat, setara dengan “karena”; (2) menyatakan titik awal waktu, setara dengan “sejak”. Digunakan dalam ragam tulis sastra maupun tutur formal Jawa.”
“Ayas adalah ungkapan yang digunakan untuk menyebut seseorang dengan cara akrab atau santai.”
“Memberi rasa tenang atau menenangkan hati.”
“Istilah slang yang merujuk pada sekelompok anak muda atau remaja, sering digunakan dalam konteks media sosial atau percakapan informal.”
“Idiom yang menggambarkan kondisi seseorang atau suatu komunitas yang berada jauh dari pusat kekuasaan atau otoritas, sehingga sulit mendapatkan perlindungan, keadilan, atau bantuan dari pemerintah, sementara harus menghadapi berbagai kesulitan atau masalah tanpa dukungan yang memadai.”
“Agile adalah sebuah metodologi pengembangan perangkat lunak yang menekankan kolaborasi, adaptasi terhadap perubahan, pengembangan berkelanjutan, dan pengiriman produk secara berulang dalam siklus pendek.”
“Ungkapan informal yang mengekspresikan kekaguman, keterkejutan, atau ketidakpercayaan terhadap sesuatu yang luar biasa atau ekstrem.”
“Akeh merujuk pada jumlah yang banyak atau besar, sering digunakan dalam konteks informal atau slang di wilayah Jawa untuk menyatakan sesuatu dalam kuantitas yang lebih besar dari biasanya.”
“Kata ganti orang pertama tunggal 'saya' atau 'aku' dalam ejaan lama Van Ophuijsen”
“Akoh adalah variasi kata ganti orang pertama tunggal dalam dialek Betawi/Melayu Jakarta, setara dengan “Aku” dalam bahasa Indonesia standar.”
“Hancur atau rusak parah; keadaan yang berantakan atau tidak berfungsi dengan baik. Dalam konteks slang, merujuk pada sesuatu yang gagal total atau situasi yang sangat buruk.”
“Kata 'ane' adalah bentuk informal dari kata 'saya' yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Berasal dari kata Bahasa Arab 'Ana' yang berarti 'saya'.”
“Bentuk informal/slang dari 'hangat' yang umum dipakai dalam percakapan sehari-hari, terutama di kalangan anak muda dan media sosial.”
“Anjir adalah ungkapan terkejut atau kagum dalam percakapan sehari-hari.”
“Argue dalam konteks Jaksel merujuk pada perdebatan atau argumentasi, sering digunakan dalam lingkungan profesional.”
“Merasa atau seakan-akan mengalami sesuatu.”
“Kata slang yang berarti 'atau' dalam konteks informal.”
“Upaya berlebihan untuk menampilkan citra diri yang terkesan keren atau menarik guna memperoleh pengakuan atau validasi sosial, terutama dalam konteks media sosial atau interaksi publik.”
“Terjadi secara langsung atau spontan tanpa disengaja.”
“Istilah akrab untuk menyebut orang yang dicintai, mirip dengan 'sayang'.”