Padanja
“Bentuk ejaan lama dari kata ganti “padanya”, merujuk kepada seseorang atau sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya; bermakna kepadanya atau darinya.”
Temukan kekayaan kosakata Indonesia, mulai dari bahasa gaul Jakarta hingga dialek daerah yang berumur ratusan tahun, disusun secara alfabetis untuk memudahkan Anda.
“Bentuk ejaan lama dari kata ganti “padanya”, merujuk kepada seseorang atau sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya; bermakna kepadanya atau darinya.”
“Wadah atau tempat penampungan air tradisional yang digunakan khusus untuk keperluan “wudhu”, terbuat dari tanah liat yang dibakar dan berbentuk menyerupai gentong atau tempayan besar, umumnya ditempatkan di depan rumah atau di sudut halaman, dan merupakan bagian penting dari budaya sanitasi serta religiusitas masyarakat pedesaan Jawa.”
“Kata bantu aspektual dalam bahasa Jawa yang berfungsi sebagai penanda bahwa subjek jamak sedang melakukan suatu tindakan secara bersama-sama atau dalam waktu yang bersamaan. “Padha” memperkuat makna kolektif dari tindakan yang dilakukan oleh lebih dari satu pelaku.”
“Tempat penahanan resmi yang digunakan untuk mengurung individu yang telah terbukti atau diduga melakukan tindak pidana, sehingga kebebasan geraknya dibatasi oleh negara dalam jangka waktu tertentu sesuai putusan hukum. Istilah ini merupakan bentuk kosakata Jawa yang merujuk pada konsep “penjara” dalam sistem peradilan pidana.”
“Cabang ilmu biologi dan geologi yang mempelajari sejarah kehidupan di Bumi melalui analisis “fosil”. Bidang ini mengkaji struktur, perkembangan, serta hubungan antarorganisme purba untuk memahami evolusi flora dan fauna masa lampau secara sistematis dan ilmiah.”
“Adverbia penegasan dalam bahasa Jawa Ngoko yang bermakna sungguh, memang, atau sudah dari sananya, digunakan untuk menegaskan kebenaran, kenyataan, atau kondisi yang tidak perlu dipertanyakan lagi.”
“Pandemi adalah wabah penyakit menular yang menyebar secara cepat dan luas, melampaui batas-batas geografis dan negara, lalu umumnya menyerang populasi dalam skala “global” atau setidaknya benua.”
“Ejaan lama dari kata panjang. Dalam konteks pemberitaan atau surat, berarti terperinci atau memerlukan waktu dan ruang yang lebih besar untuk disampaikan secara lengkap.”
“Adverbia dalam ragam ngoko bahasa Jawa yang bermakna “tetap” atau “masih” dalam kondisi tertentu, digunakan untuk menegaskan bahwa suatu keadaan, sifat, atau peristiwa bertahan atau bahkan menguat meskipun ada faktor yang berpotensi mengubahnya.”
“Pronomina persona kedua tunggal yang digunakan untuk merujuk pada orang kedua dengan tingkat hormat atau formalitas tinggi dalam konteja berbahasa Jawa.”
“Dorongan, sokongan, atau bantuan yang diberikan kepada seseorang untuk mencapai suatu tujuan, sering kali dalam konteks moral atau psikologis.”
“Paradigma adalah suatu kerangka atau “cara pandang” yang membentuk “model pemikiran” seseorang atau “komunitas” dalam memahami dan menghadapi dunia, seringkali mencakup teori, kepercayaan, dan metodologi yang saling terkait untuk menjelaskan fenomena yang ada.”
“Perubahan posisi semu suatu objek terhadap latar belakang yang disebabkan oleh perubahan titik pandang pengamat. Fenomena ini sering digunakan dalam bidang “astronomi” untuk menentukan jarak benda-benda langit melalui sudut pandang yang berbeda.”
“Tanaman rumput-rumputan dari genus Oryza yang menghasilkan butiran gabah sebagai bahan pokok pangan. Dalam konteks agraris, pari merujuk pada tanaman padi yang ditanam di sawah atau tegalan, melambangkan sumber rezeki dan kemakmuran bagi masyarakat.”
“Bentuk “puisi rakyat” khas Jawa yang terdiri dari dua bagian, yaitu sampiran dan isi, yang memiliki rima akhir serta sering digunakan sebagai sarana penyampaian pesan moral atau sindiran.”
“Kondisi psikologis berupa rasa cemas atau khawatir yang berlebihan dan tidak proporsional terhadap suatu situasi, seringkali tanpa dasar yang kuat atau rasional. Kata ini digunakan dalam konteks pergaulan untuk menggambarkan seseorang yang mudah merasa terancam, curiga, atau gelisah secara berlebihan.”
“Satuan ukuran panjang yang digunakan dalam astronomi untuk menyatakan jarak benda langit di luar Tata Surya yang setara dengan jarak di mana satu unit astronomi membentuk sudut satu detik busur atau sekitar 3,26 “tahun cahaya”.”
“Cabang ilmu kedokteran yang mempelajari hakikat penyakit. Ini mencakup proses terbentuknya penyakit, gejala, serta “perubahan fisik” dan “struktural” yang terjadi pada organisme akibat penyakit tersebut.”
“Ruang atau area khusus dalam rumah tradisional Jawa yang berfungsi sebagai tempat memasak, ditandai dengan adanya tungku berbahan bakar kayu atau arang. Pawon merupakan jantung aktivitas dapur, tempat pengolahan makanan sehari-hari berlangsung.”
“Hidangan atau makanan ringan yang disajikan kepada tamu atau peserta setelah acara “pengajian” atau kegiatan keagamaan selesai, merupakan tradisi khas masyarakat Jawa Tengah sebagai bentuk ungkapan syukur dan keramahan tuan rumah.”
“Kondisi terputus atau tidak tersambung, biasanya merujuk pada suatu hubungan, koneksi, atau keadaan yang tidak lagi utuh”
“Istilah linguistik yang merujuk pada kata atau ungkapan yang mengandung makna “merendahkan”, menghina, atau memberikan konotasi negatif terhadap subjek yang dibicarakan.”
“Seorang individu yang menelaah atau menafsirkan tulisan dalam teks literatur dan media massa. Istilah ini merujuk pada khalayak sasaran dari sebuah narasi atau berita dalam konteks perkembangan bahasa Indonesia awal yang menggunakan ortografi sistem Van Ophuijsen atau ejaan lama.”
“Bentuk ejaan lama dari kata “pengajar”, merujuk kepada seseorang yang berprofesi mengajar atau mendidik, sinonim dengan guru atau pendidik, yang bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya.”
“Bentuk ejaan lama dari kata perjalanan, merujuk pada proses atau perihal seseorang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan. Kata ini ditulis menggunakan kaidah “Ejaan Van Ophuijsen” yang berlaku sebelum tahun 1947.”
“Titik dalam orbit planet, komet, atau benda langit lainnya yang berada pada jarak paling dekat dengan Matahari. Fenomena ini terjadi karena bentuk lintasan orbit yang bersifat elips, di mana objek mencapai kecepatan orbital maksimumnya saat melewati posisi ini.”
“Sudut pandang atau cara seseorang melihat dan memahami suatu situasi, masalah, atau fenomena berdasarkan latar belakang, pengalaman, dan penilaian pribadi. “Perspektif” mencerminkan kerangka berpikir yang membentuk interpretasi seseorang terhadap realitas, sehingga dua orang dapat memaknai kejadian yang sama secara berbeda.”
“Zat atau campuran bahan kimia yang digunakan untuk mencegah, mengendalikan, atau membasmi organisme pengganggu yang dianggap sebagai “hama” pada tanaman.”
“Bentuk tidak baku atau slang dari kata tanya “bagaimana” dalam bahasa Jawa, khususnya dialek Banyumasan (Ngapak). Digunakan untuk menanyakan “cara” atau “keadaan”.”
“Kata kerja dalam bahasa Jawa krama inggil yang berarti 'silakan duduk' atau 'silakan mampir', sering digunakan untuk mengundang seseorang ke tempat pembicara.”
“Keterangan jumlah frekuensi yang menyatakan “dua kali” atau kelipatan kedua dalam urutan kejadian.”
“Kata benda dalam ragam Krama bahasa Jawa yang merujuk pada “alat” atau “peralatan”; yaitu benda yang digunakan sebagai sarana atau instrumen untuk melaksanakan suatu pekerjaan atau kegiatan tertentu. Merupakan padanan halus dari bentuk Ngoko piranti.”
“Kata keterangan yang menyatakan frekuensi atau jumlah kejadian yang berarti “sekali” atau “satu kali”.”
“Kata “pitakon” dalam bahasa Jawa merujuk pada “pertanyaan” atau proses bertanya dengan nuansa halus dan sopan dalam komunikasi antarwarga Jawa.”
“Pesan moral, arahan, atau bimbingan hidup yang disampaikan oleh orang yang lebih tua atau bijaksana kepada pihak lain guna memberikan “pencerahan” perilaku.”
“Kata ini merujuk pada kondisi “sendirian” atau “tidak bersama orang lain”, seringkali digunakan dalam konteks bahasa Jawa untuk menunjukkan tindakan yang dilakukan secara individu.”
“Memiliki lebih dari satu bentuk atau penampilan fisik yang berbeda selama siklus hidup. Merujuk pada organisme atau sel yang menunjukkan “variasi morfologi”.”
“Adverbia dalam bahasa Jawa Ngoko yang bermakna bersama-sama atau “sama-sama”; digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan atau kondisi dialami secara kolektif oleh banyak pihak secara setara.”
“Kata yang digunakan untuk menyatakan “waktu” atau jam tertentu dalam sehari; merupakan ejaan lama dari kata pukul yang lazim digunakan pada era kolonial Hindia Belanda.”
“Bentuk ejaan lama dari kata punya, bermakna memiliki atau menunjukkan kepemilikan atas sesuatu; digunakan dalam teks-teks berbahasa Melayu pada era kolonial Belanda.”
“Sistem pertanaman yang melibatkan budi daya “beberapa jenis tanaman” secara simultan pada satu hamparan lahan yang sama.”
“Ideologi atau pendekatan politik yang mengklaim mewakili kepentingan “rakyat biasa” melawan kelompok elit yang dianggap korup atau berkuasa secara tidak adil; sering digunakan untuk meraih dukungan massa dengan retorika sederhana dan emosional. Sinonim umum: politik rakyat, politik populer, politik massa, demokrasi jalanan.”
“Postulat adalah pernyataan dasar yang diterima tanpa pembuktian dalam sistem deduktif, terutama dalam geometri klasik. Postulat merupakan dasar yang diterima tanpa pembuktian dalam sistem deduktif.”
“Metode konstruksi yang melibatkan pembuatan komponen atau elemen struktur di lokasi yang berbeda dari lokasi akhir proyek, biasanya di dalam pabrik, sebelum kemudian diangkut dan dipasang secara utuh. Istilah ini merujuk pada produk “beton” atau material lain yang telah dicetak terlebih dahulu untuk meningkatkan efisiensi waktu dan kualitas.”
“Keadaan pemberian tegangan tekan awal pada struktur beton sebelum beban eksternal bekerja guna mengimbangi “tegangan tarik” yang akan timbul.”
“Memiliki sifat sebagai “predikat” atau berfungsi sebagai unsur kalimat yang memberikan keterangan mengenai subjek.”
““Prefer” dalam bahasa Inggris berarti lebih suka atau pilihan utama terhadap sesuatu dibandingkan alternatif lain. Di Indonesia, sering digunakan dalam percakapan santai, terutama di kalangan urban millennials dan Gen Z.”
“Kata yang terletak di depan nomina atau pronomina yang berfungsi untuk menghubungkan kata-kata tersebut dengan bagian kalimat lainnya dalam sebuah struktur “sintaksis”.”
“Proses meteorologis dan kimiawi yang merujuk pada jatuhnya partikel air dari atmosfer ke permukaan bumi dalam berbagai bentuk, seperti hujan, salju, atau embun beku. Dalam konteks kimia, “presipitasi” merujuk pada proses pengendapan zat padat dari suatu larutan akibat reaksi kimia atau perubahan kondisi fisik. Secara lebih luas, istilah ini juga digunakan untuk menggambarkan percepatan atau pemercepatan terjadinya suatu peristiwa.”
“Bersifat memberikan arahan atau menentukan kaidah yang baku. Kata ini merujuk pada pendekatan yang menetapkan norma atau aturan tentang bagaimana sesuatu “seharusnya” dilakukan secara formal, serta berfungsi untuk mengarahkan perilaku melalui ketentuan yang bersifat mengikat dan otoritatif.”
“Kata tanya untuk menanyakan “cara”, “keadaan”, atau “pendapat” dalam tingkatan bahasa Jawa halus.”
“Bentuk “Krama Inggil” dari kata wong (orang) dalam bahasa Jawa; merujuk pada seseorang, khususnya dari kalangan terpelajar, bangsawan, atau orang yang dihormati. Setara dengan kata 'orang' atau 'seseorang' dalam bahasa Indonesia, namun mengandung nilai kesopanan dan penghormatan yang tinggi.”
“Kata dalam ragam “prokem” Jakarta era 1980-an yang merujuk pada sosok preman, yaitu individu yang hidup di luar norma sosial resmi, kerap terlibat dalam kegiatan ilegal, dan menguasai wilayah tertentu secara informal.”
“Kelompok sosial yang terdiri dari kaum pekerja atau buruh industri yang tidak memiliki alat produksi dan bergantung sepenuhnya pada upah sebagai sumber penghidupan; sering dikontraskan dengan kelompok “borjuis” atau kelas pemilik modal.”
“Proses “penyebaran” atau “pertumbuhan” yang cepat dan meluas dalam jumlah besar, terutama merujuk pada peningkatan eksponensial dari suatu hal seperti penyakit, teknologi, atau fenomena sosial.”
“Kelas kata yang berfungsi untuk menggantikan “Nomina” atau frasa nomina guna menghindari repitisi dalam sebuah wacana.”
“Singkatan dari 'Sepuh', digunakan untuk memanggil seseorang yang sangat ahli, berpengalaman, atau sudah senior dalam suatu bidang.”
“Bintang neutron yang berotasi sangat cepat dan memancarkan radiasi elektromagnetik secara periodik dari kutub magnetnya. Objek astronomi ini merupakan sisa inti bintang masif yang sangat padat, terdeteksi melalui sinyal radio atau cahaya yang tampak seperti denyutan teratur di luar angkasa.”
“Kata demonstratif dalam ragam krama bahasa Jawa yang berfungsi sebagai padanan dari kata “ini”, “itu”, atau “adalah” dalam bahasa Indonesia, bergantung pada konteks kalimat. Digunakan untuk menunjuk sesuatu yang dekat maupun jauh dari pembicara, atau untuk menghubungkan subjek dengan predikat nominal.”
“Kata “purun” merupakan bentuk “krama” dalam bahasa Jawa yang berarti bersedia, mau, atau berkenan melakukan sesuatu.”
“Pajoeng adalah ejaan lama dari payung, benda yang digunakan untuk melindungi diri dari hujan atau panas matahari.”
“Kondisi ketika rasa haus sudah hilang setelah minum minuman tertentu; tidak merasa haus lagi.”
“Keadaan emosi yang sedang marah atau tersulut.”
“Pekerja; orang yang melakukan pekerjaan atau bekerja untuk majikan, terutama di masa kolonial Hindia Belanda.”
“Sebutan santai dan tidak resmi untuk “pembantu rumah tangga”, yaitu seseorang yang dipekerjakan untuk mengerjakan pekerjaan domestik seperti memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian, dan mengurus keperluan sehari-hari di dalam rumah tangga orang lain.”
“Ejaan lama dari kata perempuan, merujuk pada individu berjenis kelamin wanita atau seseorang yang dilahirkan dengan jenis kelamin feminin. Bentuk penulisan ini menggunakan sistem ejaan “Van Ophuijsen” yang merepresentasikan bunyi u dengan diftong oe, lazim dipakai dalam teks resmi dan sastra Melayu era kolonial.”
“Sebidang tanah yang dikelilingi oleh air di semua sisinya, baik di laut, danau, maupun sungai”
“Ungkapan yang digunakan untuk meminta izin atau permisi ketika “melewati” seseorang atau saat hendak mengajukan pertanyaan atau interupsi. Kata ini bertujuan mencegah kesan tidak sopan dan menunjukkan “rasa hormat” kepada lawan bicara.”
“Aktivitas bermain game kompetitif secara intens untuk menaikkan peringkat atau tier dalam ranked mode”